He is a big boy now!

Rasanya baru kemarin, kami menimang bayi kecil ini dan hari ini dia  sudah resmi meninggalkan dunia batita. Ya,  tanggal 7 Juli lalu, Zua  sudah ulang tahun yang ke 3.  Rasanya membanggakan sekali buat kami (saya dan ayahnya) apalagi setahun ini yang kami habiskan bertiga di Jakarta, setiap menit setiap detik makin terlihat “kelebihan” Zua.

Sebagai pengingat saja, kembali ke 3 tahun yang lalu, proses mengantarkan Zua ke dunia tidak bisa dibilang mudah, dan akhirnya berakhir di meja operasi. zua lahir lewat operasi caesar, dalam usia kandungan hampir 41w. Saya dan ayahnya merasa amat bersyukur Zua selalu sehat hingga kini.

Di dua ulang tahunnya sebelumnya, saya dan ayahnya (juga kung-mama titi, dan kaik-neneknya) menekankan pentingnya berbagi kebahagiaan yang kami rasakan. di setiap ulang tahun zua yang telah lalu, selain kami rayakan kecil-kecilan, kami juga berusaha untuk selalu membagikan kebahagiaan, tahun pertama kami berbagi dengan anak-anak jalanan, termasuk juga makan bersama mereka dirumah singgah. Tidak, Zua memang tidak mengerti, tapi saya jelaskan siapa mereka, mengapa kami ada disana, dan apa yang kami lakukan disana. Di tahun kedua, kami berbagi dengan anak-anak panti asuhan. Tidak, dia masih tidak mengerti siapa mereka, mengapa mereka ada disana. Tapi dia sudah tau, apa yang kami lakukan disana, kami berbagi! Karena kami begitu bahagia dia ada diantara kami, maka kami ingin membagi kebahagiaan kami bersama anak-anak yang tidak seberuntung dia. Wajahnya gembira, teman-temannya disana juga gembira.

Sebuah kejutan besar datang di tahun ini! Kami memutuskan untuk merayakan ulang tahun Zua di Surabaya, karena pada hari ulang tahunnya, ayahnya sedang dalam perjalanan dinas, tentu tidak menyenangkan untuk Zua menghabiskan hari spesialnya hanya dengan bundanya kan?, jadilah kami merayakannya di Surabaya. Saya bertanya pada Zua, dimana ia mau merayakan ulang tahunnya, apakah di sekolahnya yang lama, ataukah di Mc. Donalds, jawaban Zua mengejutkan saya : “ma ua tuda ke ulan ta’un, ma ua mau kati hadia buat olan-olan”. Saya nggak mengerti maksudnya. Kembali saya tanyai berkali-kali, dan semakin jelas jawabnya : “ma ua mau kati natik ke olan-olan”. Ah, anak saya sudah bisa mengingat apa yang kami lakukan dihari ulang tahunnya yang lalu-lalu. Memang saya sering sekali menunjukkan foto-foto ulang tahunnya dan apa yang kami lakukan dihari itu.

Done, anak kami nggak minta dirayakan, ia hanya ingin membagikan nasi buat orang-orang. Saya bilang ke ayahnya, alhamdulillah si ayah rejekinya lagi banyak bulan ini, jadilah kami bikinkan nasi kuning, kue tart kecil bergambar wajah Zua, dan masih ada rejeki untuk bikin paket-paket sembako. Semua keputusan saya beri tahu ke Zua, apa yang jadi pilihan, saya beri tahu dia, mungkin saya lebay karena anak saya nggak mengerti, tapi saya yakin, dia mengerti, dan dia tahu. Kami berbelanja di Giant, Zua ikut membantu memasukkan, ikut sok membantu mengangkat, dan ikut membayar. Dia juga ikut memasukkan sembakonya, dan ikut membagikannya di hari ulang tahunnya. Sungguh saya takjub akan kebesaran Allah, menuliskan hal yang begitu indah pada jiwa murni seorang anak. Saya juga malu sih, karena waktu saya ulang tahun saya malah minta dihadiahin sepatu dan tas, kok saya kalah sama anak saya yang umurnya baru 3 tahun. Saya senang melihat ekspresinya waktu dia membagikan nasi dan sembakonya untuk tukang-tukang becak, satpam, pengumpul sampah, dan pengemis-pengemis, selalu dia bilang “doa’in ma ua ya” ini kalimat yang ditirunya dari mama titi-nya.

Beberapa waktu lalu, saya agak kaget dengan sebuah pendapat seseorang di twitter ketika seorang teman menuliskan ia akan merayakan ulang tahun kedua anaknya di panti asuhan karena ingin mengajarkan early social awareness. Orang itu berpendapat untuk apa karena anaknya bahkan tidak mengerti arti panti asuhan atau untuk apa sekian puluh anak tanpa ayah-ibu berkumpul disitu. Well, i can say you are wrong. Analoginya (saya pinjam dari perkataan sahabat saya) “seperti mengapa kamu mendengarkan musik klasik untuk anakmu, jelas-jelas sepertinya dia nggak ngerti kan?”

Alhamdulillah, 3 tahun perjalanan kami, dan saya berhasil membuktikan bahwa early social awareness itu ada dan bisa ditanamkan betul-betul sejak usia dini. Jika kita ingin anak kita selalu diberkati, mengapa tidak kita ajarkan anak kita untuk menjadi berkat bagi orang lain?. Sebuah pelajaran sangat bagus saya ambil dari sahabat yang sudah saya anggap lebih dari saudara saya. Jadilah berkat, maka kamu akan diberkati🙂

11 thoughts on “He is a big boy now!

  1. Zua makin cakep aja yah, salam buat Zua yah dari Josh and me, itu DVD nya punya adikku, kalo mau ntar tak pinjemin, tapi klo ndak salah si Fivi juga punya..🙂
    Kamu ntar masukkin Zua di Right Steps?

  2. Terharu bacanya, Zua udah bisa ngerti dan memilih untuk berbagi sama yang ga seberuntung dia. Semoga selalu dilimpahkan rezeki dan kesehatan. Amien.

  3. brenda says:

    Wah Zua hebat di ultah ke 3 nya udah bisa minta sesuatu yang hebat banget… Ayah Bundanya pasti senang ya…

    btw Thank you infonya ya Dhira…😉

  4. motik says:

    ya ampun Zua ganteng… dari baby aja udah senyum gitu🙂
    Insya Allah Zua selalu dipenuhi rahmat dan berkah ya bund… *kiss kiss*

    • dhira rahman says:

      Makasih tante buat pujiannya..

      Amien, iya, dia berkah buat kami, dan kami teruus mendoakan supaya dia bisa jadi berkah juga buat dunia

  5. irrasistible says:

    Setuju sama lo Dhir! Pas banget tuh analogi musik klasiknya. Lagi pula, emangnya salah ya kalo mengenalkan social awareness sejak kecil? Kalopun nggak berhasil, well at least we try. Trus, meski anak belum ngerti, but IMHO, when we show the pictures of his birthday in the orphanage to him, I’m sure he will someday.

    Bravo to you Bundabu! Kisses to Mas Zua from Nadira ya🙂

    • dhira rahman says:

      hihihi..
      mungkin nggak semua orang berpikir bahwa anak yang kita kira nggak ngerti, sebetulnya sangat mengerti!

  6. Arman says:

    happy belated birthday ya zua!!
    waduh, zua pinter banget ya….🙂
    semoga terus tambah pinter, sehat2, dan panjang umur yaaa…

    salam kenal ya dari andrew!🙂

  7. Garet says:

    Nice writing….i love you bundabu,i love you ma ua..
    Be blessed and be a blessing..

  8. Aku suka postingan ini…
    Thanks for sharing ya, Darl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s