Tentang Sekolah

Ah nggak terasa waktu sudah terbang begitu cepat. Rasanya Zua masih bayi kecil yang kami bawa pulang 11 Juli 2007 lalu, tapi ternyata 7 Juli besok dia sudah berusia 4 tahun, gimana waktu nggak mau dibilang terbang coba kalau begini adanya?, buat aku, he is my forever baby🙂 aku yakin, buat setiap orang tua, anak adalah their forever baby.

My forever baby akan masuk TK di tahun ajaran ini!!
Aku dan ayahnya setuju untuk masukin TK walaupun katanya sekarang usia anak untuk masuk SDadalah 7 tahun, nggak apa, kalau belom mampu dia akan lebih lama diTK, tapi aku yakin dia mampu🙂
TK ini, akan jadi sekolah keempat (!!) diusianya yang 4 tahun. Ya, Zua memang sudah sekolah sejak masih umur 16 bulan. Sekolah pertamanya adalah kelas baby di baby smile school dikomplek, aku cukup suka karena walau komunikasi dengan bahasa Inggris, miss-nya gak suka nyampur seenaknya, bahasanya lumayan bagus, dan Zua enjoy dengan lingkungannya. Dia disini sampai kira-kira umur 3 tahun 1 bulan.
Sekolah keduanya adalah Tumble Tots di Jakarta. Iya, diumur itu kami pindah ke Jakarta mengikuti ayahnya yang dipindahin ke Jakarta. Alasan utama Zua disekolahkan adalah untuk mengatasi perasaan kesepiannya, ketika pindah aku dan Zua seperti nggak ada pegangan, ulil pulangnya malam melulu, kami tinggal di apartemen, nggak punya kenalan.. Duh kalau ingat rasanya masih terasa takutnya🙂 kebetulan aku udah sering denger soal TT ini dari mbak Trully, kakak Kei kan dulu sekolah disana, jadilah nggak ragu juga nyekolahin Zua disana. Terbukti itu pilihan yang sangat tepat!! Lokasinya yang dibawah apartemen bikin aku tenang, dan gurunya berhasil memikat Zua, lalu aku juga “terikat” dengan teman-teman baru disana yang umumnya tinggal di apartemen juga..

Kemudian kami pindah di usia Zua 3.5th, kembali ke Surabaya. Sementara kami tinggal di rumah papa-mamaku, karena masa dari kami pindah ke tahun ajaran baru masih cukup lama (kurang lebih 8 bulan) jadi aku memutuskan masukin Zua ke PG lagi, pilihanku PG dekat rumah mama, yang kebetulan dulu adalah TKku dan adik-adik. Alhamdulillah, bahkan 3 gurunya masih guru yang sama dengan yang mengajar aku!!!
Gak lama juga disitu karena kami pindah rumsh, terasa amat sangat jauh, kami harus menemouh perjalanan bermobil 1 jam, masuknya jam 7.30 dan jam 6.30 kami sudah harus jalan dari rumah, kasihan Zua😦
Akhirnya kalau dia malas, atau nggak kebangun, aku biarin dia nggak sekolah. Alhamdulillah walaupun sering nggak sekolah, Zua sudah bisa membaca dan mengetikkan kata-kata, aku nggak bilang menulis ya karena tulisannya masih jauh dari sempurna.

Untuk tahun ajaran ini, Zua masuk TK karena usianya 4 tahun. Aku sangat bingung nyari TK, bukannya apa-apa, walau nggak lama di Jakarta tapi aku rasanya lebih tau TK disana daripada disini.. Palingan aku taunya Al-Hikmah, Al-Azhar dan Al-Muslim, atau Al-Falah. Dan kesemuanya JAUH dari rumah kami. Duuuh…..
Diskusiku dengan Ulil seringnya berujung pertengkaran karena menurut dia aku agak obsesif, iya juga aku memang obsesif, kayanya bawaan anak pertama, aku juga ke adik-adikku sangat obsesif, suka maksa mereka untuk sanggup masuk ke sekolah yang sudah aku tentukan (FYI aku sejak SMP sudah daftarin sekolah adik-adikku karena mama-papa kerja)

Makin dekat dengan deadline, kami belom juga dapat sekolah. Lalu aku mulai cari-cari dan diskusi dengan beberapa temen FB.. Mulailah aku keliling setiap hari. Semua sekolahnya aku GAK SREG. Aku takut apa beneran “sekolah dihalaman rumah” ini ada ijinnya dan anakku nanti nggak ada kesulitan masuk SD?, selalu aja itu yang aku takutkan ketika liat TK kecil yang menjamur itu..
Kepingin masukin TK Nasional plus, cuma ada 1 di Sidoarjo dan tentu saja udah ketinggalan pendaftarannya, terus bulanannya juga agak terlalu mahal buat kami, ya mampu siih tapi agak maksain hehehe..

Dari curhatku, lala, my best best friend nyariin info, emang dah dia jago soal per-Sidoarjo-an, my saviour you are laaa *kecup2sampebasahkuyup* dan dia berhasil dapat info kalau ada TK Negeri (yeap punya pemerintah seperti halnya SD, SMP, dan SMA yg ada embel2nya negeri) dan TK ini adalah pilot project-nya DEPDIKNAS, lalu aku coba kesana, dan tentu saja pendaftarannya udah tutup!
Tapi ulil gak menyerah, ngotot banget ngajakin kesana dan dia pake seragam PNS. Bisa diduga arahnya?? Iya betuuul… “Masih ada seat buat anak bapak” gitu dong kata kepseknya. Singkat kata ulil daftarlah disitu, sementara aku bawa Zua muter-muter. Kelasnya baguus dan besar-besar, kamar mandinya bersih dan semuanya mini, so far menurutku lumayan.
Satu yang aku amat terganggu, banyak anak disana yang bahasanya adalah bahasa Jawa sehari-hari!! Doh!

Bukannya aku meremehkan atau nggak suka bahasa daerah ya, tapi bahasa Jawa seharopi-hari itu kasar banget😦 aku dan ulil hampir nggak pernah pakai bahasa Jawa sehari-hari didepan Zua, lah kok ini sekarang lingkungannya akan seperti itu.. Aku tanya sama gurunya, dan iya, katanya memang ada sisipan mulok-nya..
Akhirnya aku berdiskusi panjang lebar dengan kepseknya, aku minta dengan hormat supaya beliau dan guru-guru yang lain bisa menjembatani permasalahan bahasa ini. Alhamdulillah gurunya mengerti dan bisa mengabulkan keinginanku untuk selalu bicara bahasa Indonesia dengan baik dan benar pada Zua.

Oh ya, ada laghi, aku juga lihat disini teman-nya agak berbeda dari teman-teman yang Zua punyai selama ini. Banyak temannya yang datang dari strata sosial menengah-menengah bawah, tentu saja dengan bahasa yang berbeda, dan segalanya berbeda. Bukannya aku ini apa ya, tapi anak-anak begitu biasanya gak punya manner dan bandel, semoga saja aku salah.. Pas aku mengemukakan soal ini ke ulil, dia cuma ketawa dan bilang kalau Zua itu anak laki-laki yang harus diajarkan untuk survive disegala kondisi. Supaya Zua tahu bahwa didunia ini orang tidak semua cantik, ganteng, baik, harum, dan seperti itulah. Iya, ulil betul banget tapi dia belom bisa nenangin aku, jadi aku curhat sama indah.. Kata-katanya mirip abis ama ulil sampe diriku bingung apakah mereka mind reading huahahahahahaha…
Setelah curhat sama indah aku lebih tenang, dan udah beliin Zua sepatu NorthStar biar kaya temen-nya hehehe

Ah senin sekolah, aku nggak sabar mau liat bagaimana Zua-ku “bertarung” menaklukkan dirinya sendiri! I love you abang

6 thoughts on “Tentang Sekolah

  1. Asop says:

    Wuuuuah, harus ditungguin tuh Zua.😳

  2. vera says:

    zuaaaa….tetep semanget ya skulnya

  3. emaknya kei says:

    ahaaayyy namaku disebut2:p wuiihh hebat zua ngerasain beberapa sekolah:p kakak cuma 2 dan hihihi…aku juga lagi nunggu hari senin mulai masuk SD;)

  4. R33n3e says:

    hehehe tenang aja mak, emang gw pribadi jg agak2 parno sih kl ada temennya Laras yg “rusuh”, bandel dan mannernya ga sesuai ama yg biasa gw ajarin ke Laras. Tp bapaknya Zua & indah ada benernya juga, anak kita mesti bisa bersosialisasi dan survive. Kadang kl inget, gw dl sekolah jg selalu di sekolah negri dengan temen2 yg bervariasi tabiat & kelakuannya. Alhamdulillah, gak terbawa yg jelek2😀.

    Mudah2an abang Zua juga begitu, yg semangat & pinter sekolahnya ya Abang Zua :*

  5. ichel says:

    Salam kenal mbak😀 saya mau tanya dong, baby smile school itu bagus yah?soalnya aq juga domisili disurabaya. Mohon info yaa.. Tq mbak..

    • dhira rahman says:

      menurut aku yaaa…
      kalau baby schoolnya bagus.. apalagi harganya murah kalau dibandingkan ama baby school lain, untuk level selanjutnya aku kurang tau karena kami udah nggak tinggal di Surabaya lagi jadi pindah sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s