Rumah Tangga ooh Rumah Tangga…

Nggak terasa sudah 1 tahun kami pindah ke Surabaya berarti sudah 2 taun lebih kami ber-rumah tangga sendiri. Lah?? kok bisa??

Iya memang kami menikah udah 5 tahun yang lalu tapi kami kan tinggal sama orang tua-ku yang berarti artinya (menurutku loh ya) belum benar-benar berumah tangga. Tinggal sama orang tua itu ada enaknya ada nggak enaknya, mari kita jembreng satu persatu..

Enaknya

  • Irit. Ini udah jelas ya, tinggal sama ortu itu irit karena nggak keluar uang buat bayar listrik, air, dan tetek bengek rumah tangga lainnya. Palingan kalau ada pengeluaran ya kita bantu-bantu bayar salah satunya, atau kayak beliin galon kalau pas galon abis. Dalam kasus kami nggak ada judulnya kalau kami tinggal ama ortu(ku) maupun ama ortu(nya ayah) kami bayar apapun. Semuanya for free, satu kata me-le-na-kan😀
  • Merasa aman kalau nitip anak. Yes, rasanya pengasuh paling baik aman buat anak (selain kita sendiri sebagai orang tuanya) ya kakek-neneknya! mana ada sih kakek-nenek yang nggak sayang sama cucunya?, jadi beruntung dan bersyukurlah buat yang ortunya masih ada dan bisa dititipi anak kalau ditinggal kerja atau bergaul
  • Nggak bisa berantem lama-lama. Ya gimana mau berantem, lah jelas-jelas kita ada didaerah yang tidak netral untuk berantem! satu-satunya jalan adalah dengan cepat baikan (ini kalo kami loh ya nggak tau kalau ada yang model lain) atau perang dingin!

Nggak enaknya

  • Nggak punya kebebasan mengatur rumah seperti yang kita mau. “Hah?? mau pasang korden warna ungu?, nggak ah mama nggak suka!” ya gimana dong?, kan bukan rumah sendiri masa iya mau maksa pasang sesuatu sesuai kehendak kita?
  • Susah menerapkan disiplin sama anak. Soal ini aku pengalaman banget deh, Zua itu cucu pertama di keluargaku, setelah 3 anak perempuan lalu papaku punya cucu laki-laki, ya kayak gimana bisa dibayangin sendiri. Terus ortu juga sering jadi halangan buat kita untuk menerapkan pola asuh yang kita anggap benar hayo ngaku deh siapa yang kalau anaknya sakit mau RUM tapi ortu atau mertuanya udah ribut mau ke dokter?😀
  • Kalau mau pulang malem jadi sungkan apalagi kalau ortunya old-fashion :D iya beneran loh!! kalau pulang malem darimana aja gitu rasanya sungkan sendiri walaupun udah punya pasangan, mungkin alasannya adalah karena buka pintu-nya dibukain ama empunya rumah hahahaha… kalau kami kebetulan papaku tidurnya emang selalu dini hari jadi gak apa-apa kalau kami pulang malam asal nggak bawa cucunya beliau akan tetep bukain pintu.
  • Kalau berantem menyakitkan hati ortu😦 kan naluri kecenderungan ortu itu belain anaknya ya bukan belain siapa yang benar, jadi kalau kita berantem, pasti loh ortu yang ditumpangin itu ada sakit hatinya! kadang sakit hatinya ortu itu masih membekas dan terasa sementara anak-nya yang tadi berantem udah memadu kasih aja gitu dikamar.
  • Buat banyak perempuan tinggal sama mertua itu nightmare! jadi buat kita yang punya anak laki-laki, selamanya cap itu akan menempel di jidat kita, jadi biar kita belajar dari pengalaman aja deh😉

Untuk banyak perempuan jauh lebih nyaman kalau tinggal dengan ortunya sendiri (inilah sebabnya kenapa kalau perempuan melahirkan pengennya ditungguin sama ibunya) karena kemungkinan untuk arguing itu kecil, walaupun kayaknya emang kecil ya wong mantu kan biasanya ngalah.. Memang ada juga perempuan-perempuan yang beruntung punya mertua yang super baik dan sama menyenangkannya kaya ibu sendiri (ini yang selalu aku ingatkan ke diriku supaya nanti kalau jadi mertua aku asyik hahahaha)

Sementara buat laki-laki, sangat jarang aku denger ada konflik antara mertua dengan mantu laki-lakinya, mungkin alasannya adalah karena mertua biasa berasa nambah anak ya🙂 malah kebanyakan mertua langsung asyik ama mantunya contohnya di keluargaku. Buat laki-laki tinggal di ortunya juga beresiko, kalau misalnya istrinya nggak akur sama mertuanya (ortu si lelaki ini) udah bisa dipastikan dia gak bakalan tenang karena jadi tempat sampah curhatan dua sisi baik dari istrinya maupun dari ibunya dan dia bakalan bagai makan buah simalakama huahahaha…

Kalau kami nih, alhamdulillah kami udah punya rumah sendiri, dan setelah 2 tahun tinggal tidak dengan ortu dari pihak manapun, dan tidak tinggal dirumah ortu dari sisi manapun, kami memutuskan inilah yang paling enak. Kami bisa menentukan arah rumah tangga kami sendiri, Ulil bisa pegang kendali rumah tangganya sendiri, kami bisa belajar menyelesaikan berbagai masalah sendiri, dan hal-hal lainnya. Aku sekarang masuk trimester tiga dan masih belum punya pembantu juga, sesungguhnya setelah terbiasa bertigaan aja dirumah, agak malas juga membayangkan ada orang lain dirumah kami, harus adaptasi lagi, gak bisa pakai baju seenaknya lagi, dan banyak hal, cuma memang aku butuh pembantu buat nemenin Zua sekolah, kami sama-sama nggak mau melepas Zua sendirian disekolah karena hal-hal yang menurut kami untuk keamanan dan kesehatannya, sementara untuk bawa Lemon ke sekolah Zua, mana aku tega kan dia masih kecil banget sementara disekolah tiap sebentar ada anak yang sakit! Jadi current issue dirumah tangga kami adalah cari pembantu. Tapi masalah ini juga nggak diumbar ke ortu dari sisi manapun, kalau mereka nanya kami udah sepakat dengan jawaban kami dan saling mendukung aja.. Semoga aja cepet dapat jalan keluarnya

Emang kalau udah berumah tangga adaa aja dinamikanya😉

10 thoughts on “Rumah Tangga ooh Rumah Tangga…

  1. ginapriadini says:

    Hihi, yg pasti mantu cewe yg nebeng di mertua adalaah wanita bermental baja!

  2. Asop says:

    Hiks… saya rindu Surabaya…😥

    Ngomong2, pembuatan eKTP untuk penduduk Surabaya sampe tanggal berapa ya?
    Saya belom bisa pulang ke Surabaya…😦

  3. Dee Ayu says:

    hihi.. mau nimbrung mengenai RUM saat anak sakit. waktu itu aku masih tnggal di rumah ortuku. saat anakku lg batuk klo ga salah aku home treathment aja, tapi mamaku maksa2 bawa ke dokter, kasian katanya. trus aku sampe dibilang tega sama anak.hihihi.. aku cuma ketawa2 aja😀

    • dhira rahman says:

      see?!
      it also happen to me!!
      tapi sejak dirumah sendiri aku meminimalisir penggunaan obat-obatan dan meminimalisir pergi ke dokter.. Alhamdulillah aman-aman aja hihihi

  4. Hehehe..selamat berumah tangga!😀

    Iya, memang seenak-enaknya tinggal sama ortu, tetep aja jauuuhhh lebih enak tinggal di rumah sendiri, lebih terasa jadinya dinamika hidup ini, hehehe… Kalo kami sih udah otomatis tinggal sendiri, wong jauh dari mana-mana ini:mrgreen:

    Nanti kalo bocah2 ganteng kita dah pada gede trus punya istri, semoga kita bisa jadi mertua yang cihuuuuyy dan pengertian yaaa😉

    • dhira rahman says:

      iyaa! aku baca tuh lis di blog sejak kamu pindah mulai ngekos, ngontrak sampai sekarang.. MErinding juga ya kalau melihat pengalaman kebelakang, dulu rasanya “mana bisa jauh ama orang tua” eh sekarang buktinya bisa!

      oh tentu nanti kita jadi mertua idaman huahahahaha

  5. Tyka Ndutyke says:

    mak, sudah 2 bulan ini pun aku juga terfikir ingin tinggal terpisah dan belajar mandiri. gak sama nenek lagi. tapi nenek juga gak mungkin ditinggal toh? jadi dinikmatin aja enak-enaknya lah manggon rumah nenek, hehehehe….. at least for now😀

  6. […] aku (kalau dia pribadi sih mau aja) dan aku shalat istikharah berkali-kali! Tau sendiri kan di post yang pernah aku buat itu aku nulis betapa enaknya tinggal sendiri? Jadilah aku memikirkan tentang hal ini berkali-kali. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s