Dua Puluh Ribu

Udah sekian lama aku nggak pernah nonton tv, alasannya karena tv dirumah mertua ada semut-nya, gak bisa bening gitu, jadi agak malas nonton tv, tapi beberapa hari yang lalu (kayanya 2 atau 3 hari yang lalu) aku nonton acara jika aku menjadi gak tau di stasiun TV mana tapinya.. Hari itu acaranya tentang menjadi penjual cilok.

Awalnya kan diceritain bikin cilok kayak apa (ternyata bikinnya pake tepung diisi gajih yang digoreng) lalu si pesertanya ini bikin cilok bantuin tukang jualannya (panggil saja pak Ali) setelah itu ikut jualan kan, nah hari itu dagangannya rame banget dan bisa bawa pulang Rp 158.500,-. Saat itu keliatan mukanya pak Ali ini gembira banget, katanya untungnya dia Rp 50.000,- dan sejak jualan selama 13 tahun baru kali ini dia dapet untung sebesar itu.

Bisa membayangkan gak, baru kali itu dapat untung 50rb!

Sama aja kaya gaji pembantu, ada loh yang gak mau bayar gaji pembantunya 600rb, lah coba, 600rb:30hari=20rb/hari tapi pembantunya disuruh pagi sampai malam, dan kalau dibeliin peralatan mandi, dan sebagainya dianggap sudah memberi banyak, padahal jumlah itu jauh dibawah UMR loh!

Aku jadi mikir lagi…

20rb sama aku cuma buat beli telur (dapet 18 biji telur ayam kampung), cuma buat beli jajan pasar (dapet 5 bungkus), cuma buat beli hotwheels Zua (1 biji), cuma buat beli bunga sedap malam (10 ikat)

Padahal 20rb buat orang besar nilainya ya..

One thought on “Dua Puluh Ribu

  1. intan says:

    Makanya ya mba,,
    Prinsip ga akan jatuh miskin orang yang suka memberi bener2 harus dipegang,,
    Bersyukur 20rb buat kita kecil nilainya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s