Belajar Tiada Akhir

“Ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya”

Mertuaku sering banget mengucapkan itu. Dan kebetulan akupun dibesarkan oleh ibu hebat yang sangat dominan dalam pendidikan anak-anaknya, jadilah aku berusaha untuk selalu belajar tiada akhir, aku sedang sekolah in this university of life.
Pelajaran pertama menjadi ibu adalah bahwa melahirkan itu tidak sesakit yang digambarkan di TV. Karena sesungguhnya jauh lebih sakit bagaimanapun cara melahirkannya. Baik spontan maupun caesarean. Pelajaran selanjutnya adalah bahwa menyusui itu tidak sulit karena sesungguhnya sangat sulit berkomitmen dengan dirimu sendiri atau menjadi pabrik susu dengan resiko dihisap tiada henti. Baru-baru ini aku belajar bahwa ketika menyusui anak yang sakit dan ibunya puasa, bisa pingsan. Yes it happen to me last thursday. Aku pingsan karena puasa dan nenenin Imii yang sama sekali nggak mau makan karena sedang kena rubella, dia seharian cuma nyusu aja. Lalu jangan lupakan pelajaran tentang menghadapi anak sakit, mulai makan, timbangan yang tidak naik dan sebagainya. Percayalah, masih banyak pelajaran yang lebih berat dikemudian hari.

Aku sedang dalam tahap belajar menghadapi keingitahuan anakku tentang hal-hal berbau ketuhanan dan keagamaan. Aku mau coba catat, supaya kelak ketika Zua besar dia bisa merasakan dia telah mengajari seorang gadis untuk menjadi seorang ibu, lalu menjadi seorang ibu dengan grade rendah dan terseok untuk naik grade.

Bunda, kita dapat agama dari mana?
agama kita dapatkan dari orang tua. Kaya Zua ini kan Islam.karena bunda sama ayah Islam. Ayska Kristen karena mama Garet dan papa Fendi Kristen.

Kita bisa pindah agama kan?
At this question, my mom looked at me, i can see her fear in her eyes.
bisa bang. Manusia bisa melakukan pencarian lewat banyak hal. Nanti kalau makin besar kan makin banyak yang dipelajari.
kalau aja Zua tahu betapaaaa aku dan mama takut salah menjawab pertanyaannya dan kalau itu tertanam di pikirannya.. disinilah aku merasa aku HARUS mengajarkannya tentang Islam, bahwa Islam itu Indah •

Dua pertanyaan diatas membuat aku ingat dan berusaha belajar lebih banyak lagi. Tentang agama ini aku jadi ingat dulu sekali aku pernah pacaran dengan X, nah dia ini Agnostik lalu aku jadi ingat pada proses pencariannya tentang Tuhan. Bahwa akalnya nggak yakin tapi dia juga nggak menolak tentang itu.. klo dipikir aku dulu pinter amat bisa ngeladenin debat agama ya hahaha…kayaknya X ini selalu mementahkan segala sesuatu.. aku inget banget pernah bilang “ok klo gt.. terus cabe itu sepohon ada merah ada ijo ada orens, dari mana?” dia jawab kalau bisa aja itu rekayasa genetika. and then i said this… “semua kamu mentahkan.. sekarang aku tanya.. dalam reproduksi, ada kenikmatan yang dirasakan sampai diseluruh kitab suci ada bahwa itu milik suami istri.. itu rasa datangnya darimana?” perdebatan panjang dimulai lagi.. Kemudian kami putus lalu bertahun kemudian aku denger kabar dia mengucap kalimat syahadat, alhamdulillah.

Sama seperti itu.. aku merasa waktu melewati perdebatan itu, aku sedang belajar tentang sesuatu yang tidak aku dapatkan disekolah.

Kembali lagi tentang kuliah tiada akhirku sebagai seorang ibu. Zua kapan hari ujian surat-surat pendek dan dia belum hapal Al Qaariah. Lalu aku belajar dan menghapal bersama dia.. eh dia cerita ke gurunya d..ong! Aku gak malu mengakui, karena ya, dia membuat aku jadi ibu yang lebih baik lewat caranya.

Sekarang Zua sedang keranjingan baca buku cerita Nabi dan Rasul. Aku sedikit banyak hapal ceritanya karena seperti yang aku pernah ceritakan masa kecilku dilewati dengan kenangan indah mama yang cerita kisah Nabi dan Rasul atau mama yang membacakan buku tentang kisah Nabi dan Rasul. Romadhonku ini terasa jauh lebih bermakna, aku nggak banyak pegang HP, dan Menggantinya dengan main sama Imii, banyak tilawah sama Zua, sholat jamaah atau ya seperti tadi, baca buku cerita.

Kadang aku nggak percaya sama apa yang aku alami, tapi mungkin ini jalannya Allah menuntun aku dan menyiapkan aku untuk jadi ibu yang lebih baik buat Imii! Zua suka loh setel aplikasi Qur’an di HPku lalu dia dengerin dan baca-baca artinya! aku merinding waktu dia cerita tentang siksa kubur! Jadi bukan lagi aku jadi madrasah buat dia melainkan padanyalah aku belajar!!

Zua masih sepertia anak normal lainnya kok, kepengen ikut wushu, nonton power ranger, main animal kaizer dan beli mainan transformer. Tapi ada juga sisi dia puasa Maghrib dan hampir full puasaya tahun ini, sholat tanpa disuruh dan seperti jadi “tua”.
Pertanyaan yang berat terlontar, tapi juga ada permintaan guntingin karton buat bikin topeng.
Lalu apa namanya kalau dia gak menempatkan aku diposisi sedang kuliah di universitas kehidupan?!

Aku yakin kelak Imii akan mengajarkan mata kuliah lain buatku!

8 thoughts on “Belajar Tiada Akhir

  1. annaporajow says:

    Mba dhir tulisannya bagussss banget semoga kalau nanti aku sudah dia dianggap siap oleh allah untuk terima titipannya aku juga bisa semakin banyakkkk belajar dari anak2ku kayak mba dhira ya.. Btw main main dong ke blog aku newbie nih hihihihi

  2. Arman says:

    pinter ya zua suka baca buku2 keagamaan…
    kita juga suka bingung kalo mau ngajarin andrew tentang agama gimana ya, secara kita juga segitu2 aja ilmunya. huahahaa. jadi ya ngandelin sekolah minggu aja dah😛

    • dhira rahman says:

      Zua sekolahnya di sekolah Islam man.. jadi aku ikutin aja alurnya.. nah klo soal cerita2 gitu gampang kok, posisikan aja seperti superhero.. haha

  3. Leony says:

    Dhir, baru liat… yang ini pantes masuk di majalah loh! Bagussss,,,

  4. nenglita says:

    OMG Abang Zua pertanyaannya… bikin deg2an juga. Punya anak itu emang tanpa sadar bukan mengajari anak ya, tapi belajar dari mereka..

  5. Amy says:

    Aaah aku baru nyasar ke blog Dhira dan langsung jatuh cintaa hahahaha..
    Emang penting bgt ngebesarin anak dg agama, apalgi gue iniii tinggal jauh dari adzan dsb..

    • dhira rahman says:

      Halo amy salam kenal🙂
      Aku sangat concern soal ini karena takut anak2 kelak merugi kalo nggak punya background agama yang bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s