Kekuatan Sebuah Niat

Hari itu, jelang Idul Adha 3 tahun yang lalu.. 

Kami berdua mengecek tabungan.. Ah alhamdulillah masih bisa beli kambing buat kurban :) 

Alhamdulillah kami berdua berasal dari keluarga yang mampu menyediakan kurban bagi tiap-tiap jiwa yang “jadi anggota keluarga” jadi kurban atau nggak juga bukan masalah besar karena toh nama kami akan tercantum di seekor sapi atau seekor kambing. Tapi bukan itu esensinya.. Kami ingin jadi seperti orang-orang lain yang berhasil memberikan sesuatu sebagai simbol kepatuhan kami pada Allah. Karena dananya cuma cukup buat 1 orang, jadi kami berdua bergantian berkurban. Tak lupa berdoa “Ya Allah moga-moga tahun depan kurbannya nambah!”

Jelang Idul Adha 2 tahun yang lalu..

Alhamdulillah bisa berkurban!

Terus teringat lagi pada kakekku, seorang pensiunan polisi dengan pangkat menengah, yang karena kejujurannya, hingga akhir masa karirnya, rumah aja beliau nggak punya🙂 Bismillah.. kurban kali ini atas nama kung. Kami pergi sama kung ke pasar kambing dekat rumah dan bilang sama kung terserah mau dibawa kemana, lalu kung memilih masjid dekat rumahnya. Alhamdulillah.. Doa tahun lalu dihijabah Allah! kami bisa beli kambing yang lebih besar dari tahun lalu.. Tak lupa tahun ini kami berdoa “Ya Allah moga-moga tahun depan kurbannya nambah!”

Jelang Idul Adha tahun lalu..

Alhamdulillah bisa berkurban!!

Malam takbiran, Ulil pergi sama papa beli kambing.. Kali ini masing-masing dari kami bisa kurban!! naik kambing dewe-dewe kali ini. Rasanya nggak berhenti syukur kami, karena Allah betul-betul mengabulkan apa yang kami cita-citakan. Senyum mengembang, we grinned from ear to ear. Alhamdulillah!! Doa tahun lalu dihijabah Allah lagi!! kami bisa beli kambing bukan cuma 1 tapi 2 ekor. Tahun ini berdoa juga “Ya Allah moga-moga tahun depan kurbannya nambah!”

Jelang Idul Adha tahun ini..

Keluarga kecil kami sedang diuji. Tahun ini mungkin salah satu tahun terberat dalam 7 tahun kebersamaan kami. Alhamdulillah sampai hari ini kami masih saling meletakkan keyakinan bahwa Allah yang akan membantu kami. Tercetus sebuah bicara “kalau ada rejeki tahun ini kita kurban sapi yuk yah!” 

Ulil bilang “insya Allah ya.. tahun ini kan pengeluarannya gila-gilaan, tapi kalau ada rejeki mau banget kurban sapi.” lalu istrinya bilang “ya ntar kalo ada uangnya jangan sampe kita sayang keluarinnya ya..” lalu ketawa berdua😀

Sepulang kantor Ulil ngajak jalan-jalan liat hewan kurban. Entah kenapa semua yang kami lihat selalu S A P I. Kami cuma nanya harga sapi, padahal uangnya juga belom ada hahaha… Ada sebuah yayasan yang jual sapi di spanduknya harganya 8.5 juta, tapi kami kesana katanya cuma dijual dikantornya dan katanya udah abis sejak hari pertama dipasarkan.. Duh kalau lebih kami nggak mampu kayaknya beli sapi.. Terus ke lapak sebelahnya, aduuh namanya sapi itu cakepnyaaa luar biasa! pas nanya harganya… minder jek! tapi penjualnya bilang “bu, kalau ibu mau ambil, saya kasih ibu harga spesial.. jangan beli disebelah bu, itu bukan sapi, itu pedhet (anak sapi)” aku langsung ifil ama orang yang jualan sambil menjelekkan penjual lainnya.

Besoknya, kembali Ulil ngajakin liat hewan kurban. Kembali kami keliling sambil nanya harga, kali ini aku nanya harga kambing udah mulai terima kenyataan di penjual-penjualnya. Tiba-tiba Ulil berhenti di sebuah lapak. Di lapak pertama kali kami lihat hewan kurban. Dan kami nanya harga S A P I. Harganya tentu saja diluar yang kami mampu.. Trus seperti biasa kami saling tanya suka yang mana.. Ada seekor sapi yang kami suka, tapi ternyata kata penjualnya itu cuma kelihatan besar, sebetulnya nggak besar.. maklumlah kita kan penilai abal-abal hehe.. Penjualnya menunjukkan seekor sapi, katanya kalau dia mau korban dia akan milih yang itu. Tiba-tiba Ulil bilang “yuk kita beli”

Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Illaha Ilallah..

Setelah bayar tanda jadi kami pulang. Dijalan Ulil bilang kalau kemarin dia ada uang, terus mikir apa beli kambing 4 atau beli sapi, kalau beli sapi mesti nambahin, kalau beli kambing 4 cukup.. terus dia inget kata-kataku “ya ntar kalo ada uangnya jangan sampe kita sayang keluarinnya ya..” Kami melewatkan sisa perjalanan dengan senyum dimulut dan dihati. Kami bahkan nggak tahu dimasjid mana kami akan menyerahkan kurban. 

H-2 Idul Adha. Kami bayar pelunasan sapi dan minta dikirimkan ke masjid di kampung belakang perumahan orang tuaku. Ada rasa haru, bangga, takjub, dan malu. haru dan takjub karena mimpi kami menjadi nyata. bangga karena kami terpilih oleh Allah. malu karena hampir membatalkan niat..

Tahun ini tak lupa kami berdoa  “Ya Allah, sehatkan kami, panjangkan umur kami, tahun depan cukupkan kami untuk berkurban itu *sambil menunjuk seekor sapi limousine*”

Kami mau mengucapkan selamat hari Raya Idul Adha, semoga kita mampu meneladani keikhlasan Nabi Ismail untuk ta’at pada Allah, dan semoga kita mampu meneladani kebesaran jiwa nabi Ibrahim untuk menjalani perintah Allah. 

Ingat, every big leap start from a small step. Bermimpilah, maka kamu akan BISA.

Updated…

image

Nenek pemulung di sukabumi ini penghasilannya 12rb SEMINGGU dan nabung selama 7 tahun untuk bisa kurban.. subhanallah! Baca beritanya disini ya

33 thoughts on “Kekuatan Sebuah Niat

  1. Arman says:

    kalo untuk kebaikan pasti dikasih jalan ya sama Allah…🙂

    selamat Idul adha ya…

  2. sari says:

    Aaaamiiin.. semoga tahun depan dimudahkan bisa ikutan kurban sapi..

  3. Rani says:

    dhiraaaa…. terharu banget bacanya.. dimana ada niat baik insya Allah ditunjukkan jalannya ya. amin amin amiiiiinn….

  4. Ditha says:

    Alhamdulillah… semoga kurbannya nambah terus tiap tahun ya Mbak Dhira.. Semoga kami juga bisa kurban sapi tahun depan.. Aamiin….

  5. hiks….terharu dan jadi malu….tahun ini sama pengeluaran financial yang diluar dugaan banyak banget….banyak ini itu mendadak jadi bimbang untuk qurban….baca ini jadi malu semalu malunya…astagfirullah….
    thanks mbak dira jadi reminder…*mau ngomong sama pak ne kinan dulu…

    • dhira rahman says:

      Nggak apa2 loh karena itu manusiawi banget.. tahun ini juga kami bimbang dan hampir batal padahal udah ada rejekinya..
      Yang penting kuatkan niat untuk tahun2 mendatang yuk

  6. Nike says:

    alhamdulillaah ya bun..
    klo memang niat nya baik insya allah di mudahkan ya sama Allah..

    aku juga mau ikutan bermimpi ah.. semoga tahun depan bisa di kasih rejeki qurban lebih banyak lagi.

  7. e.r.l.i.a says:

    Niat baik pasti ada jalannya Dhir😀

  8. danirachmat says:

    Subhanallaah… *merinding*

  9. Kiky says:

    Mbak Dhira, salam kenal yaaa🙂

    Iyaa, niatkan, maka Allah akan mampukan ya mbaak?🙂

    Amiin, smg doanya dikabulkan🙂

  10. rorowilis says:

    Subhanallah bun,. jadi malu sama diri sendiri, kenapa bisa nyisihin uang buat yang laen, sementara untuk perkara akhirat mesti berat ngeluarinnya.. hikss *makasih ya bun, postingan ini jadi reminder buat aku*

    • dhira rahman says:

      Saling mengingatkan ya…
      Memang sering seperti itu, aku juga sering kok seperti itu.. makanya aku juga butuh pengingat..

  11. dian_ryan says:

    Subhanallah, alhamdulillah yah mba kalo udah niat untuk kebaikan pasti akan ada jalannya.

    amin smoga terkabul doanya😀

  12. astridtumewu says:

    Salam kenal Mba🙂
    Ahh, selalu pasti ada jalan ya Mba untuk sesuatu hal yang diniatin apalagi buat kebaikan🙂
    Selamat Idul Adha, Mba🙂

  13. Huhuhu aq nangis bacanya.. kalau niat kita untuk beribadah kenceng Allah memudahkan segalanya ya Dhir..

    InsyaAllah tahun depan dpt sapi limousine.. aamiin..aq bantu doain..

  14. itsmedianah says:

    niat baik selalu ada jalan ya, jadi terharu. Aku pake sistem nabung di arisan RT jadi udah pasti qurban tapi ga terpikir utk meningkatkannya cuma sekedar menggugurkan kewajiban…lah ternyata mba Dhira setiap tahun meningkatkan jumlahnya, terima kasih mbak sdh diingatkan semoga tahun depan bisa qurban 2 sapi ya…bertahap gitu loh🙂

  15. Andre says:

    Subhannalah.. Smngt kurbanya luarbiasa…

  16. nophi says:

    salam kenal mbak Dhira..
    Alhamdulillah, semoga tahun depan bertambah kurbannya ya..
    semangatnnya mbk dhira n fam luar biasa, semoga bisa menular aminn🙂

  17. Fenty says:

    semoga tahun depan bisa berkurban juga …

  18. Amy says:

    Aku terharuuuu..
    Emang kalo udah niat itu lgs dijalankan.. Aku sendiri jujur blom bisa konsisten untuk terus beramal, jadinya janji kemaren apaa, yang dijalanin apaa..
    Makasih ya untuk sharing kebaikan. In sya Allah berguna buat kita semua..

    • dhira rahman says:

      Nah memang untuk bisa konsisten menjalankan niat itu sangat berat.. jadi aku rasa kita harus jujur sama hati kita untuk betul2 memberikan yang sudah kita niatkan

  19. […] bisa berkurban di kampung halaman juga. Saya begitu terinspirasi dengan tulisan bunda dira disini http://dhiralifia.com/2013/10/15/kekuatan-sebuah-niat/ tahun lalu, yang sempat membuat saya menangis karena tahun lalu saya entah kenapa tidak meniatkan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s