3 Pelajaran Buat Aku

Kita semua adalah manusia. Kita terjatuh, kita lupa, kita sakit, kita sedih, kita gembira dan tertawa. Kita menangis, kita merasakan, marah, dan semua emosi lainnya. Ada yang kita sembunyikan, ada yang kita bagikan. 

Banyak hal yang aku alami beberapa bulan belakangan, dan apapun itu, mengubahku. Aku nggak bilang aku orang baik, tapi aku belajar to be a better person. Bukan hasilnya yang ingin aku bagikan, tapi prosesnya. Bukan karena aku ingin dipandang berbeda, tpi karena aku merasa proses belajar ini sangat sulit, mahal dan berat. Iya mahal, karena nggak terhitung banyaknya air mata yang aku keluarkan, juga banyaknya biaya material dan terutama biaya moral yang harus dikeluarkan untuk mencapai sebuah hasil, dan seandainya dulu ada yang pernah membagikan tentang ini, aku bisa cukup belajar dari orang lain, alangkah menyenangkannya! Ingat sebuah proverb, bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik.

Pertama aku belajar bahwa apapun yang dilakukan dari hati, efeknya akan selalu terlihat. Mencintai dari hati, bahkan membenci dari hati, efeknya akan sama terlihat, tapi seperti apa?.. Itu yang  berbeda. Mencintai dari hati akan menjadi lingkaran postitif untuk diri sendiri dan orang yang kita cintai, karena itu akan selalu menjadi dukungan dan kekuatan tersendiri, karenanya selalu sebarkan energi mencintai dari hati buat orang lain, mulailah denganlingkungan terdekat. sementara membenci dari hati juga akan berefek sama kuatnya, namun sekaligus sebaliknya, menjadi lingkaran negatif untuk diri sendiri dan orang lain, mungkin kita nggak sadar kita membenci dari hati tapi orang lain akan merasakannya, ya kalau nggak sekarang, suatu hari mereka akan merasakan. Kebencian itu seperti racun rokok, meresap dan merusak diam-diam.Saranku? lakukan meditasi, maafkan orang yang kamu benci, dan berikan pengampunan buatnya. Gak berhasil?, ulangi terus terus dan terus sampai kamu merasa hatimu bilang “iya, aku maafin kamu”. Apakah hal itu akan membuat orang itu nggak ngeselin lagi?, oh tentu nggak, tapi kamu udah berdamai dengan dirimu sendiri.

Kedua aku belajar tentang ketulusan. Ada orang-orang yang hadir dalam hidup kita ya udah seperti ada aja disana, tanpa kita melihat artinya, atau yang kita kira “oh dia kan gitu karena tugasnya”, sebetulnya nggak. Contoh yang aku lihat adalah  guru dan satpam disekolah Zua. Saat Zua sedang dalam masa sulit emosinya dan nangis nyari aku (padahal aku pulang) gurunya nganterin Zua ke gerbang sekolah, lalu satpamnya menggandeng Zua dan ngajak Zua keliling parkiran untuk memastikan bunda pulang dan akan kembali jam makan siang. Ketika aku datang jam makan siang, satpamnya lari kekantin dan bilang ke Zua bunda udah datang. Jobdesc-nya dia kan cuma menjaga sekolah dan menyebrangkan anak-anak, but yes, he did that🙂 . Lainnya adalah teman yang nggak pernah kamu sadari. Aku punya banyaaaaaak teman, dan setelah sekian lama aku isa memisahkan menjadi teman dengan efek negatif, positif dan teman yang selalu ada disaat apapun. I’m so lucky, melewati jatuh bangunku dengan teman yang trully my friends. O iya, jangan pernah bilang teman di dunia maya cuma teman ya, karena aku dan ibu Truly melewati 8 tahun berteman hanya ketemu 2x but still we share a lot, juga Lina yang pernah maki-maki aku, nangis sama aku, dan belum pernah ketemu sampai hari ini 6 tahun kebersamaan kami, juga budhe Astie, dan Supermoms, juga mods kece we’ve been friends since 2008, 2009 dengan sebel-sebel pastinya, but we’re going strong.. Itu yang dihitung tahun ya, yang nggak pakai tahun tapi terbukti juga banyak, heyho Amerika, Singapore, Kerava, Swedia, Perth dan Jakarta! Kok tau tulus?, ya kan punya hatiii, bisa dirasain!

Image

Ketiga aku belajar bahwa tidak perlu membuat penilaian apapun tentang orang lain karena kita tidak berada diposisi orang tersebut. Aku belajar bahwa penilaian sepihak umumnya akan membuat orang lain nampak buruk dimata kita tanpa kita tahu apa motivasinya melakukan sesuatu yang kita nilai tersebut. Lebih baik kita membuat penilaian baik kalaupun kita mau menilai, dan jangan letakkan harapan kita terlalu tinggi pada penilaian tersebut karena kalau nggak kita kecewa, tuh kan berat juga konsekuensinya, jadi ya kembali lagi lebih baik kita nggak menilai seseorang. Aku pernah ada dalam posisi menilai maupun dinilai. Yang baru saja terjadi adalah ketika aku dinilai, karena sesuatu hal yang menurutku sepele, tapi menurut mereka besar kali ya.. Masalahnya adalah soal arisan, aku nggak pernah bisa datang arisan karena alasan yang aku nggak bisa ceritakan secara detail kesemua orang, aku cuma bilang sejak awal bahwa aku gak bisa kalau harus datang ke arisan karena tiap weekend aku ada urusan lain yang gak bisa ditinggalkan. Aku cuma pernah ikut kegiatan sosial 1x aja, selebihnya aku gak ikut, karena aku tau itulah aku nggak akan ikut arisan itu lagi siklus berikutnya. Masalahnya nggak selesai disitu karena aku tau betul ada beberapa orang yang nyindir ketidak hadiranku tanpa tahu apa alasan dibaliknya, salah satu yang menyakitkan adalah soal “bukan cuma teman didunia maya”, ya I guess they don’t know if that kind of friendship really exist🙂 . Akhirnya aku meninggalkan arisan dengan perasaan sakit hati, dan memutuskan untuk meletakkan beberapa orang disisi lain hatiku, yes, i can’t forgive them (yet) apalagi karena mereka memberi judgement tanpa tahu alasan dibaliknya, juga atas kata-kata mereka, yes, i dont have that much friends interaction in the real world, karena waktu dan kondisi belum mengijinkan buatku, tapi aku bahagia dengan lingkaran temanku kok. 

I still have to learn a lot, mungkin dalam prosesnya akan ada terjatuh, ada luka, ada sakit, tapi kan juga ada bahagia dan tawa disana.. there’s always a price to pay🙂

8 thoughts on “3 Pelajaran Buat Aku

  1. rocktobermom says:

    Love u my lil sista😘 saling menguatkan ya bunda. Siapa blg belajar hrs dr org yg lbh tua. Terbukti aku byk belajar Dr ibu muda satu ini😉

  2. seerika says:

    dhira, this is amazing. Dan bangga sekali dengan breakthrough kamu ini. We know you’ve been thru a lot, girl.
    Dan pastinya, dunia maya, dunia nyata, atau dunia ghoib sekalipun…teman adalah teman.

    • dhira rahman says:

      Thank you so much rika, to be the member of that amazing support group.. i’m soo lucky to have you all.. doakan aku terus yaa to be a better and happier person!

  3. Aiko says:

    Mbak :’) bergetar hatiku bacanya. Setuju banget semua poin yang diatas apalagi yang satu dan dua. Aku ngerasa banget

  4. Rani says:

    dhiraaaa… sini peluk dulu. you are one of them that I adore the most. kamu punya kekuatan hati dan kesabaran yang luas buat ngadepin semua cobaan ato tantangan hidup regardless how young you are *dibanding gue yah*.

    jangan lupa, masih banyak yang sayaaaaaang banget sama kamu, termasuk kami2 ini yang walo gak pernah ketemu, tapi siap kuping pundak dan air mata buat ngasih dukungan buat dhira kapanpun.. *cium basah*

  5. nike says:

    thanks for sharing ya bun…
    setuju sama semua poin poinnya dan susah bener untuk menjalani nya.. tapi klo kita niat mau berubah untuk jd orang lebih baik.. pasti bisa..

  6. […] yang aku alami disini intinya sih waktu itu aku tersinggung sama omongan seseorang, aku lupa maksudnya, tapi intinya yang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s