#8 dari Arman : Plus minus tinggal di jkt vs. Surabaya

Hahahaha…

Aduh gimana yah..

Udah pada tau belom kalo Arman ini dulu masa kecilnya di Surabaya? Kapan-kapan aku ingin deh keliling ke daerah kenangannya Arman dan aku foto-fotoin biar Arman tau sekarang udah kaya apa Surabaya…

Soal plus minus tinggal di Jakarta dan di Surabaya ini susah-susah gampang, i have a hundred things on my mind but not to write i guess😀
Coba aku share yaa..

Plus minus tinggal di Jakarta

Jakarta itu macet dan itu udah jadi minus poin pertama. I can’t bear the traffic jam, karena menurutku macetnya sangaaat nggak manusiawi, bisa tua dijalan! Makanya nggak heran kalau di Jakarta banyak banget mobil seperti Toyota Vellfire, Alphard, Nissan Serena dan model mobil gede lain yang nyaman, karena didalem mobil selama macet itu melelahkan!

Lalu Jakarta itu banjir dan itu menyeramkan.. dulu aku tinggal di daerah Jakpus dan nggak banjir sih, cuman pas mau ke daerah Jakut (Gading dan sekitarnya) itu sumpah serem!! Padahal RS tempat Zua berobat dan vaksin kan di daerah sana.. *rumahnya Arman juga d daerah gading kayaknya*

Kemudian Jakarta itu mahal 😀
Iya mahal.. buat aku loh yaa..
Kita kan punya standar hidup yang nggak sama buat orang lain jadi apa yang kita bilang mahal belum tentu mahal juga buat orang lain.. but yes, this is what i feel. Mulai dari sekedar belanja rumah tangga sampai jajan di mol, lebih mahal daripada di Surabaya. Di Jakarta tahun 2009-2010 untuk sekali ngemol kami menghabiskan minim 500rb.  Buat main di miniapolis, dan makan doang haha..

Tapi di Jakarta itu banyak kesempatan terbuka apalagi buat seminar-seminar dan acara-acara menarik misalnya seminarnya Supermoms dan bazaar mother n baby fair hahaha.. o iyaaa di Jakarta juga ada sale besar-besarannya Mothercare yang gak ada disini looh..
Terus di Jakarta banyak teman-teman yang lebih daripada teman buatku.. salah satu keberatanku meninggalkan Jakarta adalah ini, karena aku harus pisah sama teman-teman slash my sisters!  Aku pernah nulis disini tentang sedihnya pindah ke Surabaya🙂

O iya… dan di Jakarta ada sotomie aarrrgh enough talking!

Plus minus tinggal di Surabaya

Surabaya itu panas. Kalau bahasa guyonanya “hot is not public” dengan terjemahan “panase ora umum”. Beneran loh Surabaya itu panas banget! Semua temen yang nggak pernah berdomisili di Surabaya pasti akan berkomentar yang sama.

Yang bikin aku juga sebel tinggal disini adalah social discrimination cukup terasa. Di banyak toko terasa banget kalau etnis tertentu lebih dianggap, atau kalau klo nggak harus keliatan kinclong top to toe. Aku sendiri punya beberapa bad experience sama pelayan-pelayan di toko kaya begini.. salah satunya di optik Seis, mbaknya nggak memandang aku sama sekali malah sibuk main hp waktu aku tanya berapa harga untuk mengganti lensa kacamata😦 aku sampe emosi dan bilang “mbak, saya kesini mau beli loh nggak mau minta.. dan lagi ini frame-nya Cartier, bukan murahan”.
Dari pengamatanku, ini gak terjadi di Jakarta, soalnya Ulil pake celana pendek dan crocs, masuk ke Tod’s teteeup diladenin baik haha..

Yang aku suka dari Surabaya : jauh lebih santai, lebih murah dan lebih bersahabat untuk membesarkan anak-anak🙂 mungkin kalau Ulil dipindahin lagi ke Jakarta kami perlu lebih ketat menafik ikat pinggang dan belom tentu bisa sekolahin Zua disekolah yang setara dengan sekolah yang sekarang.. so i guess theres always silver line in every cloud hehe..

7 thoughts on “#8 dari Arman : Plus minus tinggal di jkt vs. Surabaya

  1. Arman says:

    hot is not public… huahahaha…😛

    iya ya dimana2 plus minus… yang pasti surabaya makanannya enak2 kan ya….😛

  2. liamarta says:

    Macet dan crowdednya Jakarta itu emang bikin gak nahan, tapi kesempatan mengembangkan wawasan kayanya di sana jauh lebih banyak ya mbak, banyak kegiatan2 seru & menarik yang diadain di sana hehehe.

    Tapi di setiap kota pasti ada plus minusnya sendiri ya mba🙂

  3. nyonyasepatu says:

    Dhir, kamu harus ngerasain tinggal di Medan, abis itu bisa bilang duh di Jkt dan Sby lebih enak ya hahaha. udah gitu di medan (diluar pulau jawa sih) apa2 lebih mahal banget huhuhu

  4. danirachmat says:

    Sayah cintah kedua kota ini BunDhir, terlepas apapun kejadiannya But I like the city with the hot that is not public. really-really not public.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s