#11 dari Idang : Tips2 parenting ala Bundhir

Hmmm.. kayaknya aku cukup sering ya sharing soal parenting disini.. aku sendiri membesarkan anak-anak tanpa teori parenting yang mutlak. Aku belajar dari banyak sumber dan terbuka untuk beragam teori parenting dan berdiskusi dengan praktisi maupun orang tua lainnya.
Dari pengalamanku 6.5 tahun jadi orang tua, aku menarik kesimpulan bahwa teori nggak selalu sama dengan prakteknya, dan jalan terbaik untuk menentukan “mau dibawa kemana mendidik anak” adalah berdasarkan intuisi ibunya. No no bukan aku mengecilkan arti ayah karena sungguh peran serta ayah amat dibutuhkan, tapi karena waktu anak bersama ibu lebih panjang (dihitung sejak didalam rahim) tentu ibu lebih mengerti karakteristik anak. Setelah intuisi ibu, lanjutkan dengan kesepakatan antara ibu dan ayah.

Aku dan Ulil punya banyak kesepakatan dan kami juga sepakat untuk tidak sepakat, nah lo gimana itu? Kami saling toleransi bahwa ada hal yang tidak bisa kami sepakati, misalnya : aku menetapkan A, B dan C sebagai verbal bullying terhadap Zua sementara buat Ulil itu adalah hal yang biasa, aku menetapkan itu sebagai verbal bullying karena aku kenal karakteristik Zua lebih dari Ulil kenal karakteristik Zua, juga pola asuh yang dia bawa sangat mempengaruhi pola asuhnya saat ini (ingat kata bu Elly Risman mendidik 1 generasi sama dengan mendidik 2 generasi kebawah) nah disini kami sepakat untuk tidak sepakat dan saling menghormati. Karena batasanku lebih sempit, biasanya Ulil lebih bertoleransi.

Pola parenting kami tidak rumit.

Pertama :

Seperti orang tua pada umumnya, kami mengutamakan pendidikan moral dan agama buat anak-anak. Monkey see monkey do kalo kata orang bule😀 jadi kami haruslah memperbaiki diri sendiri dulu sebelum mendidik anak-anak. Bagaimana anak kita mau mengerjakan sholat 5 waktu kalau orangtuanya sendiri nggak sholat 5 waktu. Bagaimana anak kita mau punya perasaan belas kasih dan berbagi kalau orang tuanya sendiri pelit dan berhitung untuk orang lain.

Aku dibesarkan di keluarga biasa dan sederhana, tapi kedua orang tuaku jadi tempat orang meminta pertolongan, nasihat, dan bantuan.. dari situ aku belajar banyak tentang hidup.
Mertuaku berdua termasuk orang-orang yang ibadahnya sangaaat bagus. Mama mertuaku secapek apapun, aku nggak pernah tau beliau lepas sholat malam, dari situ aku berusaha meneladani.

Kedua :

Anak-anak harus bisa bercerita apapun pada kami. Jika dia tidak ingin cerita sama ayahnya, bisa cerita sama aku, kalau nggak mau sama aku, ceritalah sama ayahnya.
Nggak ada hal yang dianggap tabu, nggak ada rahasia dalam hubungan kami berdua dan anak-anak. Untuk itu kami berdua menetapkan dan meng-hypno Zua dan Imii bahwa mereka berdua adalah sahabat kami, sahabat itu saling menjaga dan saling berbagi rahasia.

Ulil sedang bersiap untuk menemani anaknya memasuki fase akil baligh, akupun sedang mentraining Ulil untuk itu, karena by the time anak-anak masuk usia itu, kedekatan fisik mereka denganku pasti berkurang (tapi emosi harus terus dimaintain) dan aku harap pada saat itu kedekatan anak-anak dengan bapaknya bertambah.

Thats it😀

Cuma itu 2 poin yang aku pegang sampai saat ini.. dan seperti yang aku bilang, kami berdua terbuka untuk segala macam teori pengasuhan dan diskusi jadi pastinya akan bertambah dong ya!

3 thoughts on “#11 dari Idang : Tips2 parenting ala Bundhir

  1. dani says:

    Gemeter bacanya BunDhir. Alangkah banyak pe er kami inis ebagai orang tua ya.

  2. Nike says:

    walau cuma dua, tapi poinnya sangat oenting bun.. dan aku setuju banget sama pola nya🙂

  3. idangpriadi says:

    Nah kan kalo baca tulisannya Bundhir begini rasanya aku punya tempat utk belajar🙂
    Thanks for sharing ya Mbak, insyaallah jd bahan pembelajaran buat orgtua baru mcm diriku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s