Ayah

What a day..
Dengan rutinitas yang sama yang aku jalani 2 minggu belakangan ini. Mengantar Zua sekolah, meninggalkan Imii dirumah bersama 3 sepupunya dijaga Yuli dan Budhe Lusi.

Hari ini lebih ringan karena ayah akhirnya mau dijenguk oleh anak buahnya, para kepala dinas dan yang lain.
Bukan karena sombong atau apa tapi ayah memang nggak mau merepotkan dan jadi beban. Ayah gak mau dikasihani. Ayah selalu bilang ke mas Yusup -tangan kanannya- “sup, bupati gak boleh sakit!”. Dalam keadaan sakit beliau masih bekerja, masih ada yang dipikirkan, masih ada yang ditanda tangan, walau kadang harus ditinggal sebentar dengan mata terpejam.
Hari ini terasa ringan karena rasa sakit itu nggak datang. Entah karena teman dan obrolan atau karena obat penenang..
Hati ini terasa ringan, 6 orang yang datang memijit ayah bergantian. Yah, they love you, i know that..

Ayah mertuaku produk PILKADA LANGSUNG loh🙂
Beliau dipilih karena kecintaan rakyat padanya luar biasa. Ketika ayah sakit, banyak yang datang sambil menangis dan berkata mereka cuma bisa bantu doa.. hey, doa itu amat berat timbangannya! Mari.., kami bantu aminkan semoga Allah mengabulkan.

image

Aku abis baca sebuah tulisan di blog si mbak yang  bagus banget menurutku..
Aduuh abis baca itu aku nangiiis dan pas mau pulang aku bilang ke ayah : “ayah, dhira sayang ayah)
Aku nggak mau menyesal kehilangan momen karena nggak aku sampaikan.

Allah, mudahkan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s