#5 dari Heny : dosen yang ter..(cantik, ganteng, pintar, galak, baik)

Haduh….
Flashback begini bikin gimanaaaa gitu, soalnya aku gak termasuk gank cewek populer jaman kuliah sih ya hahahaha….
Aku dulu kuliah di UNAIR.. nah kuliah ini sebetulnya aku nggak niat sih ya soalnya aku tadinya pengen cuti dulu abis SMA, kebetulan waktu itu aku udah mulai bantu-bantu di wedding organizer punya keluarga.. jadilah aku kuliah di D3 karena pas itu yang pendaftarannya masih buka cuma ini..

Awal kuliah aku udah nggak tertarik aktif di kegiatan kemahasiswaan, akupun nggak ikut ospek yang diluar kota ituloh (jaman dulu kan trend banget tuh, tauk deh sekarang masih atau gak) dan hasilnya adalah… diceng-in ama senior sampe digebrak-gebrakin meja, padahal udah ngumpulin surat dokter dan surat keberatan ortu loh..

Mulai masuk masa perkuliahan, i have NO FRIEND at all. Namapun anak baru yaa, kerjaannya pasti pada bergaul dan sok asyik cabut kuliah sementara aku tiap kelar kuliah ya ngantor!
Karena kalau kuliah duduk didepan, aku jadi akrab sama mbak-mbak dosen, kebetulan deh dosen-dosennya ini masih muda-muda gitu, masih pada fresh graduate, cuma untuk pelajaran kelas berat aja pakai dosen senior.

Singkat kata masuk musim UTS nih.. daaan, tiap ujian aku cuma butuh waktu 30-45 menitan buat ngerjain ujian, kumpulin, lalu keluar. Lalu…. transkrip nilai keluar dan ditempel di papan. My name was on top.
Dari situlah keadaan berbalik. Senior-senior mulai nempel, dan aku nggak keberatan bikinin tugas, jadi anggota kelompok mereka, and so on (tadinya kalo tugas kelompokan ya aku ama anak-anak cupu lainnya huahahahaha)

Dari sekian banyak dosen, yang paliing aku inget adalah : Mr David dia ini pinter dan santai banget! Udah gitu dandanannya keren.. kalo yang lain pake kemeja biasa, dia selalu pake kemeja lengan panjang dan dasi, terus lengannya digulung, keren! Dan dia dosen reading, dan materinya selaluuu keren!
Ternyata dia juga dosen di salah satu universitas swasta terkemuka di Surabaya, pantes aja keren bener hahahaha…

Kalau yang tergalah adalah bu Wid. Beliau adalah salah satu dosen senior yang cantiik bangeeet tapi galaknya juga banget nget! Kata senior-senior prinsipnya dia : “A buat Tuhan, B buat dia, nah muridnya cukup C”.. And i passed with B+ 😀
Kenapa? Aku satu-satunya yang gak pernah bolos dan selalu duduk didepan! Tuh kaan gak rugi jadi nerd!

— hooree sudah selesai yaa tugas hari ke 5 dari Henny —

Advertisements

Tantangin Aku Dong!

Sebagai anak yang suka ikut-ikutan boleh dong ya ikutan kayak Erlia bikin tantangan buat ngeblog selama 31 hari di bulan desember!
tantangin aku doong… 😀

Tapi aku gak pede.. namanya juga bukan seleblog, nah kalo gak nyampe 31 tantangan piye dong aku?

Yo wes ntar ajalah.. aku nungguin tantangan kalian yaaaa…

Z Generation

Kabar anaknya Ah*ad Dh*ni yang nyetir mobil diusia 13 tahun dan nabrak 6 orang hingga meninggal dunia sedang jadi headline dimana-mana selain daripada konspirasi kemakmurannya mas Vicky. Ya gak heran juga sih kalau banyak yang kaget, masalahnya heeey 13 tahun loh! dan dikabarkan dia nyetir sehabis mengantarkan PACARnya pulang jam 1 malam. OK, ada sesuatu yang aneh disini. Aneh, buat seusia kita memang aneh, tapi apa iya buat anak seumur mereka saat ini dianggap aneh? Baca tulisannya Lita yang baru di MommiesDaily  ini coba..

Nggak aneh kok bisa menyetir diusia segitu. Dulu aku umur 13 sudah bisa naik motor loh sama Tasya sahabatku biasanya kita keliling komplek buat ngeceng cari jajanan, CUMAN kami dulu cupu, beraninya ya dikomplek! Kalo masuk jalan raya siap-siap ditabokin sama ortu, dan sama juga kaya Hani bu bos MommiesDaily, maghrib sudah harus pulang!

Memang lain yah anak jaman sekarang sama jalan dulu.. Kalau kata bu Elly Risman, anak jaman sekarang adalah Generasi Z dan bahkan Generasi Alpha, hasil dari Generasi X dan Generasi Y. apa sih itu?, Generasi X adalah anak-anak yang lahir pada tahun  1965-1980 sementara Generasi Y adalah anak-anak yang lahir 1981-1994. Mereka menghasilkan Generasi  Z yang lahir tahun  1995-2010 *Zua anakku ada di generasi ini*, lalu Generasi Alpha, yang lahir tahun 2011-2025 *Imii masuk generasi ini*. Anak-anak generasi Z dan Alpha lahir dan dibesarkan di era digital, dengan aneka teknologi yang komplet dan canggih, seperti:  HandPhone, iPad, BBM,  dan terutama internet. Sejak kecil, mereka sudah mengenal dan akrab dengan berbagai kemajuan teknologi, yang secara langsung atau pun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan kepribadiannya.

Anak-anak generasi Z dan Alpha ini fasih terhadap tekhnologi, mereka bisa dan mengerti tentang teknologi sehingga bisa menggunakannya dengan (harusnya) tepat guna untuk sesuatu yang positif. Selain itu mereka juga sangat aktif secara sosial, name it.. facebook, twitter, instagram, tumbl, path, dan segala yang lain lagi, “ah kudet banget sih gak punya twitter” hayoo.. pernah gaak tau jargon begini?.. Hal tersebut diatas membuat anak generasi Z dan Alpha menjadi “buta”, kenapa aku bilang buta?, lah hidupnya diujung jari cyiin 😀 mau denger lagu masuk ke playlist, mau telponan liat muka klik skype, mau ngapa-ngapain aja nih, ada dijangkauan tangan!!!

Aku dan temen-temen di WA group ibu (menuju) solehah yang tercengang sama hal-hal yang kami temukan di IG anak jaman sekarang kayaknya gak sendirian, soalnya ada juga temen-teman di path yang bingung kok abege-abege itu roknya pendek amat, atau kenapa mereka pacaran, atau (lebih lanjut) pacaran dan pulang lewat jamnya Cinderella. Monkey see monkey do. Apa yang dilakukan anak-anak itu berkaca dari orang tuanya. Aku pernah baca entah dimana ya, cuma ini bagus banget.. “be the person you want your kid to be”. Seperti apa kita ingin anak kita kelak? Maka lakukanlah itu. Mamaku cerita, dulu mamaku pengen punya anak yang : sholat dan suka berbagi, dan sepanjang usiaku ini aku selalu melihat mama (dan papaku) seperti itu. ternyata ada loh ayatnya didalam Al Qur’an  :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku & anak cucuku orang-orang yg tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Wahai Tuhanku! Jadikanlah daku orang yang mendirikan sembahyang dan demikianlah juga zuriat keturunanku. Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doa permohonanku. (QS Ibrahim : 40)

Jadilah sekarang doa itu juga yang aku baca, karena (salah satu) harapanku adalah melihat anak dan keturunanku menjalankan sholat 🙂 Alhamdulillah sekarang Zua sudah sholat 5 waktu, Imii sudah sok-sokan ikut sholat, semoga keduanya Istiqomah dan rajin sholat karena sesungguhnya sholat menghindarkan dari perbuatan keji dan munkar.

Buat teman-teman yang beragama selain Islam juga pasti punya harapan yang sama ya.. Salah seorang sahabat terdekatku penganut Kristen, aku juga suka doa yang dibacakan untuk anak-anaknya tiap mau makan dan mau tidur. Ia juga berharap supaya anak-anaknya jadi anak yang takut akan Tuhan, karena agama adalah kontrol diri.

Kalau ditanya bagaimana pencegahan supaya anak-anak tetap lurus jalannya, well aku sebagai amateur tentu cuma bisa bilang perkuat moral supaya anak-anak tau value dan bagaimana menjalani hidup. Semoga anak-anak kita selalu berada dijalan yang lurus ya..

Monkey See Monkey Do!

Kayaknya aku sudah harus mengucapkan selamat tinggal yang sesungguhnya pada era mainan anak-anak deh.. Zua officially nggak mau mainan thomas atau chuggington lagi, dan mengikuti Nara-nya Meta walau agak terlambat (karena Nara grow up dan main lego sejak 2010 sementara Zua… 2013 hahahaha) sekarang Zua sudah beralih ke… LEGO.

Well thank you so much buat Kung dan titi yang sudah membelikan lego Iron Man sebagai hadiah Zua bisa puasa Maghrib selama 21 hari. Lego ini dibeli dengan hati-hati dan dipilih tidak bersama bunda karena kalau bunda ikut pasti dia melarang beli mainan yang mahal 😀 ha ha ha. funny. Maaf yah, ortu eijk emang suka begitu kalo sama cucunya, susah diajak kerja sama disiplin.

To make long story short, intinya adalah Zua tergila-gila lego. Masih inget gak sama postingan featuring Zua disini? Zua lagi nabung untuk beli lego. perhari ini tabungannya sudah mencapai 125 ribuan loh! dan sudah ditetapkan target berikut untuk dibeli. LEGO CITY yang seri FIREMAN. harganya 500an ribu, ah anakku aku bangga!!!

Soal nabung ini Zua dapat kebiasaan baik dari ayahnya. Setiap orang yang kenal Ulil akan bilang bahwa Ulil orang yang irit. seperti ditulis di LiveOlive nih ya, Menabung dulu baru lakukan yang lain. Ulil sendiri dapat kebiasaan itu juga dari ortunya, salah satu contohnya nih ya, mertuaku tidak pernah beliin anaknya HP, kalau mau beli HP ya nabung sendiri, jadi Ulil selalu nabung untuk beli sesuatu yang diinginkan, kebiasaan baik itu diturunkan ke anaknya.  Gak ada ceritanya beli barang seketika, tujuannya apa sih? dari artikel LiveOlive juga nih ya.. “supaya anak mengerti bahwa uang hasil kerja keras harus dikelola dengan bijak. Selain itu, ada perbedaan antara keinginan dan kebutuhan”. Awalnya memang untuk beli barang-barang keinginan Zua, nanti seiring umurnya bertambah dia akan belajar bahwa menabung punya banyak tujuan. O iya, Zua juga tahu kalau nggak beli sesuatu karena uang kami belum cukup, Zua nggak tahu apapun tentang kartu kredit alias CC alias Credit Card. Satu-satunya kegunaan CC yang Zua tau adalah untuk beli aplikasi di applestore hahahaha… I think this is good, karena panjang juga kalau harus dijelasin diusianya yang sekarang ini ya..

zua dan nomor antrian untuk buka rekening di bank BNI

zua dan nomor antrian untuk buka rekening di bank BNI

Lain soal kebiasaan baik dari bapaknya, lain juga kebiasaan jelek dari bundanya *tunjuk diri sendiri* kalau aku suka keluar prinsip lebih baik nyesel karena beli daripada nyesel karena nggak beli 😀 which is not good at all. Lemah banget deh imanku kalau ada soal diskon, atau kayak yang baru aja terjadi nih, mbak BA-nya Cl**ins bilang kalau produknya akan naik mulai tanggal 11, produk yang aku suka dari 900an ribu naik jadi 1,1. hasilnya aku nggak bisa tidur dan merengek minta dibeliin. Terus ada lagi nih yang aku juga sering lakukan, aku suka lupa bayar tagihan HP, pas lagi mau nelpon tiba-tiba udah diblokir! waduuuh ternyata kebiasaan buruk ini bisa ditiru loh sama anak, amit-amit knock on the wood! Apalagi sih kebiasaan buruk yang bisa ditiru sama anak? menumpuk hutang salah satunya. perlu diingat bahwa hutang itu ada yang baik dan ada yang buruk. Hutang kredit rumah, ini termasuk hutang baik, karena beli rumah secara mencicil terbukti efektif *kecuali kamu punya pohon duit atau poopnya emas* dan hutan yang buruk yang kaya apa?, sok atuh dirasakan dalam hati, pasti bisa lah ya jawabnya kayak gesekin cc beli barang gak perlu hahaha..

Memang ya monkey see monkey do. Banyak kebiasaan baik maupun kebiasaan buruk yang ditiru sama anak. Aku dan temen-temen di WA group PU a k a ibu (menuju) sholehah kemaren tercengang karena ngeliatin IG ABG anak artis yang pasang foto… pake bikini ni ni (maksudnya mini) lah gimana wong mamahnya pasang foto yang sama juga..  Kata temen aku yang gak mau disebut namanya “dulu kan dia masih piyik pas gw wawancarain ibunya” huhuhu… Jadi ingat sama ceramahnya Ibu Elly Risman tentang generasi Z. Apa itu generasi Z?.. Nati yaaah aku tulis di postingan selanjutnyaaa..

Kalau kamu, gimana ngajarin invest ke anak-anak?

Belajar Tiada Akhir

“Ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya”

Mertuaku sering banget mengucapkan itu. Dan kebetulan akupun dibesarkan oleh ibu hebat yang sangat dominan dalam pendidikan anak-anaknya, jadilah aku berusaha untuk selalu belajar tiada akhir, aku sedang sekolah in this university of life.
Pelajaran pertama menjadi ibu adalah bahwa melahirkan itu tidak sesakit yang digambarkan di TV. Karena sesungguhnya jauh lebih sakit bagaimanapun cara melahirkannya. Baik spontan maupun caesarean. Pelajaran selanjutnya adalah bahwa menyusui itu tidak sulit karena sesungguhnya sangat sulit berkomitmen dengan dirimu sendiri atau menjadi pabrik susu dengan resiko dihisap tiada henti. Baru-baru ini aku belajar bahwa ketika menyusui anak yang sakit dan ibunya puasa, bisa pingsan. Yes it happen to me last thursday. Aku pingsan karena puasa dan nenenin Imii yang sama sekali nggak mau makan karena sedang kena rubella, dia seharian cuma nyusu aja. Lalu jangan lupakan pelajaran tentang menghadapi anak sakit, mulai makan, timbangan yang tidak naik dan sebagainya. Percayalah, masih banyak pelajaran yang lebih berat dikemudian hari.

Aku sedang dalam tahap belajar menghadapi keingitahuan anakku tentang hal-hal berbau ketuhanan dan keagamaan. Aku mau coba catat, supaya kelak ketika Zua besar dia bisa merasakan dia telah mengajari seorang gadis untuk menjadi seorang ibu, lalu menjadi seorang ibu dengan grade rendah dan terseok untuk naik grade.

Bunda, kita dapat agama dari mana?
agama kita dapatkan dari orang tua. Kaya Zua ini kan Islam.karena bunda sama ayah Islam. Ayska Kristen karena mama Garet dan papa Fendi Kristen.

Kita bisa pindah agama kan?
At this question, my mom looked at me, i can see her fear in her eyes.
bisa bang. Manusia bisa melakukan pencarian lewat banyak hal. Nanti kalau makin besar kan makin banyak yang dipelajari.
kalau aja Zua tahu betapaaaa aku dan mama takut salah menjawab pertanyaannya dan kalau itu tertanam di pikirannya.. disinilah aku merasa aku HARUS mengajarkannya tentang Islam, bahwa Islam itu Indah •

Dua pertanyaan diatas membuat aku ingat dan berusaha belajar lebih banyak lagi. Tentang agama ini aku jadi ingat dulu sekali aku pernah pacaran dengan X, nah dia ini Agnostik lalu aku jadi ingat pada proses pencariannya tentang Tuhan. Bahwa akalnya nggak yakin tapi dia juga nggak menolak tentang itu.. klo dipikir aku dulu pinter amat bisa ngeladenin debat agama ya hahaha…kayaknya X ini selalu mementahkan segala sesuatu.. aku inget banget pernah bilang “ok klo gt.. terus cabe itu sepohon ada merah ada ijo ada orens, dari mana?” dia jawab kalau bisa aja itu rekayasa genetika. and then i said this… “semua kamu mentahkan.. sekarang aku tanya.. dalam reproduksi, ada kenikmatan yang dirasakan sampai diseluruh kitab suci ada bahwa itu milik suami istri.. itu rasa datangnya darimana?” perdebatan panjang dimulai lagi.. Kemudian kami putus lalu bertahun kemudian aku denger kabar dia mengucap kalimat syahadat, alhamdulillah.

Sama seperti itu.. aku merasa waktu melewati perdebatan itu, aku sedang belajar tentang sesuatu yang tidak aku dapatkan disekolah.

Kembali lagi tentang kuliah tiada akhirku sebagai seorang ibu. Zua kapan hari ujian surat-surat pendek dan dia belum hapal Al Qaariah. Lalu aku belajar dan menghapal bersama dia.. eh dia cerita ke gurunya d..ong! Aku gak malu mengakui, karena ya, dia membuat aku jadi ibu yang lebih baik lewat caranya.

Sekarang Zua sedang keranjingan baca buku cerita Nabi dan Rasul. Aku sedikit banyak hapal ceritanya karena seperti yang aku pernah ceritakan masa kecilku dilewati dengan kenangan indah mama yang cerita kisah Nabi dan Rasul atau mama yang membacakan buku tentang kisah Nabi dan Rasul. Romadhonku ini terasa jauh lebih bermakna, aku nggak banyak pegang HP, dan Menggantinya dengan main sama Imii, banyak tilawah sama Zua, sholat jamaah atau ya seperti tadi, baca buku cerita.

Kadang aku nggak percaya sama apa yang aku alami, tapi mungkin ini jalannya Allah menuntun aku dan menyiapkan aku untuk jadi ibu yang lebih baik buat Imii! Zua suka loh setel aplikasi Qur’an di HPku lalu dia dengerin dan baca-baca artinya! aku merinding waktu dia cerita tentang siksa kubur! Jadi bukan lagi aku jadi madrasah buat dia melainkan padanyalah aku belajar!!

Zua masih sepertia anak normal lainnya kok, kepengen ikut wushu, nonton power ranger, main animal kaizer dan beli mainan transformer. Tapi ada juga sisi dia puasa Maghrib dan hampir full puasaya tahun ini, sholat tanpa disuruh dan seperti jadi “tua”.
Pertanyaan yang berat terlontar, tapi juga ada permintaan guntingin karton buat bikin topeng.
Lalu apa namanya kalau dia gak menempatkan aku diposisi sedang kuliah di universitas kehidupan?!

Aku yakin kelak Imii akan mengajarkan mata kuliah lain buatku!

Berbagi Itu Baik

image

Taken from my path.

Jadi kalau belom mau bisa mengerjakan yang sunah, kerjakan saja yang wajib.. pahalanya berlipat ganda..

Speaking about berbagi.. this weekend we’re goin to orphanage, bukan panti asuhan biasa tapi panti asuhan bayi dan anak-anak!
Kami sudah menyiapkan pospak, susu UHT, susu formula dan sedikit uang. Istimewanya karena si sulung ganteng ikut menyumbang sendiri dari uang jajan hariannya untuk beli susu UHT.

Kebetulan temen arisan ada yang anaknya ultah jadi rencananya mau bawa bentobox dan baloon, so it’s gonnabe fun! Can’t wait… duh i’m sure i’ll burst my tears there

UP! @iwearup

20130513-115446.jpg

I’m UP! High 😀
Left : me wearing betty brown
Right : me wearing loulou black

What else to said.. I just looove the shoes!
Dulu pernah punya stella red dan beli di size sesuai sizing chart, oke cocok. Lalu ketika beli betty brown ini lah kok kegedean ya?! Akhirnya dijual deh di twitter, cuman kebetulan waktu itu iparku dateng jadilang betty-nya diadopsi dia..
Nah karena rencananya betty itu mau dipake ngeceng di Jakarta, kalo mesen lagi udah nggak sempet, ealah kok yaaa rejeki! Temen aku mesen dan kekecilan, jadilah betty-nya dia aku adopsi, emang udah jodoh kali yaa..

Cuman pas beli loulou ini, pakai size 1 nomer lebih gede lah kok juga pas ya?! Jadi kesimpulanku kayaknya kalau buat model sandal gitu beli up 1 size dan kalau model biasa beli aja real size..

Enak dipake dan nggak mahal juga cuman lama nunggunya bikin gatel