Bad Customer Satisfaction @Wendys_ID

Stupid things happen few weeks ago. Aku tadinya sudah “melupakan” tapi gara-gara kemaren ke diskonan Mothercare (the discount was awesome btw..) dan Lala ngajak beli baked potato di Wendy’s aku jadi keingetan..

Menurut aku, dalam sebuah industri apalagi industri JASA dan BOGA customer satisfaction is a must. Kalo toko lain, walaupun pelayanannya kurang oke, orang pasti akan balik lagi KALAU harganya murah, gak munafik, orang pasti akan cari yang murah, jangan ngomong kalau ternyata kamu kaya banget banget dan gak masalah beli yang mahal ya 😀

Jadi ceritanya gini..

Tanggal 25 aku dan Ulil (bertiga sama Imii karena Zua nginep di titinya) ke Galaxy Mall, kebetulan aku puasa, jadi memutuskan mau buka di sana aja. Akhirnya kita ke Wendy’s. Sesudah ngantri, kami mau duduk, ada meja kosong 3 di resto yang sangaaat crowded itu. Aku minta mas-nya bersihin meja, pas dia mau bersihin, ada bapak-bapak bilang kalau mejanya mau dipake dan dia ber-18. Mas itu bilang sama aku kalau mejanya mau dipake, dia kasih aku meja didalam, diruangan bekas ulang tahun DAN didekat tempat sampah. Kalau aku belom bawa makanan pasti aku batalin, karena aku dah bawa jadi ya terpaksa aku duduk.

You know what?.. more than 30 minutes, 1 burger yang dipesen Ulil belom keluar, sementara aku dan Imii udah selesai makan. Selama kami makan mas-mas pelayan terus ajaaa buang sampah ke tong sampah samping kami, I must said.. it was an awesome experience. I was almost exploded at that time, tapi Ulil bilang nggak apa-apa dia makannya nanti. Setelah ditanya berkali-kali makanan baru keluar. Setelah kami selesai makan, bahkan bapak-bapak yang katanya ber-18 itu BAHKAN BELOM MESEN MAKANAN jadi aku sangat marah dan negur masnya, bahwa kalau orang bawa nampan, orang itu udah jadi customer, duluin! belom tentu loh bapak yang ngakunya ber-18 jadi pesen, nyatanya sampai aku selesai juga belom mesen.
IMHO kalo mau reservasi, dan mau makan sekeluarga buesar, jangan makan di resto fastfood. Atau kalau tetep mau di resto fastfood, langsung aja sewa ruangan khusus (biasaya dipake buat ulang tahun)

image

image

So I tweet that. @Wendys_ID bales aku suruh kirim email no telp. I emailed them my number. Lengkap dengan kronologisnya. Tanggal 3 Januari 2015 itu managernya Wendys Galaxy Mall telpon aku. Minta maaf dan blablala yadayada. Minta aku untuk ke Wendy’s GM lagi dan minta aku telpon kalau aku ke Wendy’s MANAPUN. Aku sudah males, aku komplen bukan buat apa-apa, Aku cuma gak suka mereka gak bisa nge-treat cutomer dengan bener.

Sampe kemarin, waktu Lala ngajakin aku beli baked potato di Wendy’s. Jadi keingetan… I call the manager. Aku penasaran apa sih yang dimauin mereka, atau apa sih yang dikasih mereka sebagai permintaan maaf.

Dan aku beli 4 baked potato (take away) dan 1 milo. they give…………………………………………………

NOTHING

That was hillarious!!!!!!

Aku ditemui sama managernya, diajak ngobrol blablabla dimintai pendapat tentang apakah mereka harusnya hilangkan aja kursi deket tempat sampah blablabla… dan thats it.

Nggak ada selembar voucher, atau free cup of milo or what. NOTHING.

I’m smiling while I write this..

Bukannya aku ngarep apapun, tapi kalau kamu undang orang kerumahmu setelah kamu kecewain, apa yang akan kamu lakukan? Diem aja? Atau gimana?.
Untung aku ke Galaxy Mall karena ada urusan, kalau aku ke Galaxy Mall pure karena “undangan” dia aja?!..

Aku jadi Inget supervisornya Ultrajaya yang datang kerumah menukarkan susu karena aku beli 1 kardus dan 2 pcs bergumpal, diganti susu baru dan diberi susu separsel. Atau orang dari Foodmart di Sutos yang aku beli salmon dan salmonnya busuk lalu mereka datang bawakan salmon baru dan a bucket of fruits. Atau orang dari Pizza Hut bawakan pizza 2 loyang dan pasta waktu ada binatang didalam pastanya…

Bener loh, dalam bisnis makanan, kalau gak punya inovasi, pelayanan yang bagus, nggak akan deh bertahan lama.. apalagi di Surabaya sekarang ada Carl’s Jr… duh kasihan Wendy’s ini.. apalagi Wendy’s GM ini yang menunya terlengkap.. Wes aku kecewa.. Insya Allah nggak makan disana lagi!

Advertisements

Family

You don’t choose your family. They are God’s gift tou you as you are to them ~ Desmond Tutu

Setiap kali baca quotes itu aku suka berasa krenyes di hati. Bukannya apa-apa, kadang aku gak merasa seperti itu. Aku dulu selalu mikir keluargaku ini semacam “ujian” buat aku. Nggak semua, but some of them. Kadang aku terpaksa harus sangaaat sabar menghadapi A, atau menahan perasaan yang sangat menyakitkan pada si B. Tapi semakin kesini, semakin bertambah tua umur pemikiran itu berubah. People say jadi tua itu pasti, jadi bijaksana itu pilihan, so i choose to grow old wisely dengan lebih banyak membuka mata, membuka telingan dan membuka hati, serta menutup mulut.

Ternyata bener kok apa yang dibilang Desmond tutu diatas. Bahwa keluarga kita adalah hadiah dari Tuhan buat kita. Mereka hadiah buat kita untuk segala hal. Ketika masa bahagia mereka adalah hadiah indah, ketika masa sulit mereka hadiah kita untuk berpegang saling menguatkan, ketika mereka mengesalkan, mereka hadiah kita untuk belajar, bahasa kerennya : mereka jadi ladang pahala buat kita.

Ada keluarga yang terlahir bahagia, kekerabatannya erat, ada juga yang sebaliknya.. Ada keluarga yang berlebih segalanya dan ada juga yang sebaliknya. Aku rasa keluarga yang bahagia, erat dan berlebih segalanya baiknya membagikan apa yang dipunya.. supaya lebih banyak orang yang ikut merasakan. Dan hukum memberi kan beda ya.. bahwa apa yang dikeluarkan akan dikembalikan berlipat-lipat.

Gitu aja sih renungan sahur hari ini hahahaha

#sharingiscaring : Jumat dan sedekah

image

Jumat barakah, yuk membaca (atau bahkan hanya sekedar mendengarkan Al Kahfi) dan jangan lupa bersedekah karena alkisah bersedekah di hari Jumat dilipatgandakan nilainya..

Sedekah nggak cuma uang aja, ilmu, waktu, tenaga, pikiran, sikap baik, bahkan senyum juga bisa dihitung sebagai sedekah!

Bayangkan jika sehari dilalui dengan : senyum, berkata baik, membantu menghibur teman, dan berucap terimakasih.. artinya : sedekah sedekah sedekah.

Mari jadi agen perubahan dengan memulai dari diri sendiri!

View on Path

Its On! My #31dayswritingchallange

so it’s on…

😀

#1 dari Riri kado paling disuka dari suami atau surprise terdasyat buat suami

#2 dari Baginda Ratu : makanan favorit yg nggak mungkin bisa ditolak 

#3 dari Rika dan Baginda Ratu : kosmetik termahal dan termurah yg pernah dibeli, a must have one

#4 dari Amalia Yahya : a letter from the future

tapi pas mau nulis bingung banget.. maksudnya gimana yah? Surat dari masa depan? Karena bingung dieliminir aja yah.. aku tuker pake punya ibu Trulysya aja ya : rutinitas sehari-hari

#5 dari Heny : dosen yang ter..(cantik, ganteng, pintar, galak, baik)

#6 dari Arman : kota2 yg punya kenangan tersendiri… baik yg pernah ditinggali atau dikunjungi

#7 dari Arman : Film yg plg berkesan seumur2. 1 aja yg paling berkesan bgt

#8 dari Arman : Plus minus tinggal di jkt vs. Surabaya

#9 dari Erlia : Your biggest dream

#10 dari Lia dan Mbak Novi : Cerita awal pertemuan sama suami tercinta

#11 dari Idang : Gimana caranya spy bs sebijak Bundhir tentu saja salah alamat jadi gak bakal dikerjain lah aku gak bijak blas kok hahaha. Tips2 parenting ala Bundhir

#12 dari Mbak Novi : harapan buat anak di masa depan

#13 dari Leony : the thing that you wished to do when you’re younger, tp gak kesampaian, tapi sekarang udah gak bisa lagi

#14 dari dian_ryan : Pengalaman apa yg paling berkesan dan g terlupakan sampai sekarang

#15 dari dian_ryan : Waktu kecil punya kebiasaan jelek apa yg sampe kebawa sampe dewasa

#16 dari dian_ryan : Cerita masa2 sekolah yg paling disukai dan di benci

#17 dari kak Sondang : kejadian yang berkesan banget antara kau dan duo ganteng

#18 dari kak Sondang : seandainya waktu bisa diputar ulang, ada hal berbeda yg ingin kau lakukan ke duo ganteng?

#19 dari kak Sondang : Rambutmu lurus macam Titi Kamal atau ikal licin atau kembang macam aku? Sehat gak rambutmu? Cara merawatnya?

#20 dari Lulu : gimana suka dukanya menikah muda, sukanya sih pasti banyak ya…..

#21 dari Prita Dharmawan : Hal paling memalukan apa yg pernah dilakukan pas masih jaman pacaran sama bapaknya anak-anak

#22 dari Prita Darmawan : 3 hal paling yang gak bisa dilupakan selama hidup

#23 dari Rani : places that you want to visit before you died *serem amat judulnya ya?* dan apa alasannya

#24 dari Meta : waktu masih muda *haiyyah* apa pengalaman paling bandel

#25 dari Itsmedianah : rumah plus foto2 sudut favoritnya

#26 dari Indah Kurniawaty : Apa yang paling berkesan di mata Ulil tentang kamu sehingga akhirnya dia jatuh cinta sama dirimu

#27 dari Indah Kurniawaty : Apa yang pertama kali membuat kamu jatuh cinta sama Ulil dan bersedia menikah dengannya

Baru 27 loooh… kurang 4, jadi siapa yang mau nambahin?!.. 

 

PS : karena tanggal 1 dan 2 komennya belom ngumpul jadi digabrukin jadi 1 aja gak apa yaaa hahaha…

Kekuatan Sebuah Niat

Hari itu, jelang Idul Adha 3 tahun yang lalu.. 

Kami berdua mengecek tabungan.. Ah alhamdulillah masih bisa beli kambing buat kurban 🙂 

Alhamdulillah kami berdua berasal dari keluarga yang mampu menyediakan kurban bagi tiap-tiap jiwa yang “jadi anggota keluarga” jadi kurban atau nggak juga bukan masalah besar karena toh nama kami akan tercantum di seekor sapi atau seekor kambing. Tapi bukan itu esensinya.. Kami ingin jadi seperti orang-orang lain yang berhasil memberikan sesuatu sebagai simbol kepatuhan kami pada Allah. Karena dananya cuma cukup buat 1 orang, jadi kami berdua bergantian berkurban. Tak lupa berdoa “Ya Allah moga-moga tahun depan kurbannya nambah!”

Jelang Idul Adha 2 tahun yang lalu..

Alhamdulillah bisa berkurban!

Terus teringat lagi pada kakekku, seorang pensiunan polisi dengan pangkat menengah, yang karena kejujurannya, hingga akhir masa karirnya, rumah aja beliau nggak punya 🙂 Bismillah.. kurban kali ini atas nama kung. Kami pergi sama kung ke pasar kambing dekat rumah dan bilang sama kung terserah mau dibawa kemana, lalu kung memilih masjid dekat rumahnya. Alhamdulillah.. Doa tahun lalu dihijabah Allah! kami bisa beli kambing yang lebih besar dari tahun lalu.. Tak lupa tahun ini kami berdoa “Ya Allah moga-moga tahun depan kurbannya nambah!”

Jelang Idul Adha tahun lalu..

Alhamdulillah bisa berkurban!!

Malam takbiran, Ulil pergi sama papa beli kambing.. Kali ini masing-masing dari kami bisa kurban!! naik kambing dewe-dewe kali ini. Rasanya nggak berhenti syukur kami, karena Allah betul-betul mengabulkan apa yang kami cita-citakan. Senyum mengembang, we grinned from ear to ear. Alhamdulillah!! Doa tahun lalu dihijabah Allah lagi!! kami bisa beli kambing bukan cuma 1 tapi 2 ekor. Tahun ini berdoa juga “Ya Allah moga-moga tahun depan kurbannya nambah!”

Jelang Idul Adha tahun ini..

Keluarga kecil kami sedang diuji. Tahun ini mungkin salah satu tahun terberat dalam 7 tahun kebersamaan kami. Alhamdulillah sampai hari ini kami masih saling meletakkan keyakinan bahwa Allah yang akan membantu kami. Tercetus sebuah bicara “kalau ada rejeki tahun ini kita kurban sapi yuk yah!” 

Ulil bilang “insya Allah ya.. tahun ini kan pengeluarannya gila-gilaan, tapi kalau ada rejeki mau banget kurban sapi.” lalu istrinya bilang “ya ntar kalo ada uangnya jangan sampe kita sayang keluarinnya ya..” lalu ketawa berdua 😀

Sepulang kantor Ulil ngajak jalan-jalan liat hewan kurban. Entah kenapa semua yang kami lihat selalu S A P I. Kami cuma nanya harga sapi, padahal uangnya juga belom ada hahaha… Ada sebuah yayasan yang jual sapi di spanduknya harganya 8.5 juta, tapi kami kesana katanya cuma dijual dikantornya dan katanya udah abis sejak hari pertama dipasarkan.. Duh kalau lebih kami nggak mampu kayaknya beli sapi.. Terus ke lapak sebelahnya, aduuh namanya sapi itu cakepnyaaa luar biasa! pas nanya harganya… minder jek! tapi penjualnya bilang “bu, kalau ibu mau ambil, saya kasih ibu harga spesial.. jangan beli disebelah bu, itu bukan sapi, itu pedhet (anak sapi)” aku langsung ifil ama orang yang jualan sambil menjelekkan penjual lainnya.

Besoknya, kembali Ulil ngajakin liat hewan kurban. Kembali kami keliling sambil nanya harga, kali ini aku nanya harga kambing udah mulai terima kenyataan di penjual-penjualnya. Tiba-tiba Ulil berhenti di sebuah lapak. Di lapak pertama kali kami lihat hewan kurban. Dan kami nanya harga S A P I. Harganya tentu saja diluar yang kami mampu.. Trus seperti biasa kami saling tanya suka yang mana.. Ada seekor sapi yang kami suka, tapi ternyata kata penjualnya itu cuma kelihatan besar, sebetulnya nggak besar.. maklumlah kita kan penilai abal-abal hehe.. Penjualnya menunjukkan seekor sapi, katanya kalau dia mau korban dia akan milih yang itu. Tiba-tiba Ulil bilang “yuk kita beli”

Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Illaha Ilallah..

Setelah bayar tanda jadi kami pulang. Dijalan Ulil bilang kalau kemarin dia ada uang, terus mikir apa beli kambing 4 atau beli sapi, kalau beli sapi mesti nambahin, kalau beli kambing 4 cukup.. terus dia inget kata-kataku “ya ntar kalo ada uangnya jangan sampe kita sayang keluarinnya ya..” Kami melewatkan sisa perjalanan dengan senyum dimulut dan dihati. Kami bahkan nggak tahu dimasjid mana kami akan menyerahkan kurban. 

H-2 Idul Adha. Kami bayar pelunasan sapi dan minta dikirimkan ke masjid di kampung belakang perumahan orang tuaku. Ada rasa haru, bangga, takjub, dan malu. haru dan takjub karena mimpi kami menjadi nyata. bangga karena kami terpilih oleh Allah. malu karena hampir membatalkan niat..

Tahun ini tak lupa kami berdoa  “Ya Allah, sehatkan kami, panjangkan umur kami, tahun depan cukupkan kami untuk berkurban itu *sambil menunjuk seekor sapi limousine*”

Kami mau mengucapkan selamat hari Raya Idul Adha, semoga kita mampu meneladani keikhlasan Nabi Ismail untuk ta’at pada Allah, dan semoga kita mampu meneladani kebesaran jiwa nabi Ibrahim untuk menjalani perintah Allah. 

Ingat, every big leap start from a small step. Bermimpilah, maka kamu akan BISA.

Updated…

image

Nenek pemulung di sukabumi ini penghasilannya 12rb SEMINGGU dan nabung selama 7 tahun untuk bisa kurban.. subhanallah! Baca beritanya disini ya

Berbagi Itu Baik

image

Taken from my path.

Jadi kalau belom mau bisa mengerjakan yang sunah, kerjakan saja yang wajib.. pahalanya berlipat ganda..

Speaking about berbagi.. this weekend we’re goin to orphanage, bukan panti asuhan biasa tapi panti asuhan bayi dan anak-anak!
Kami sudah menyiapkan pospak, susu UHT, susu formula dan sedikit uang. Istimewanya karena si sulung ganteng ikut menyumbang sendiri dari uang jajan hariannya untuk beli susu UHT.

Kebetulan temen arisan ada yang anaknya ultah jadi rencananya mau bawa bentobox dan baloon, so it’s gonnabe fun! Can’t wait… duh i’m sure i’ll burst my tears there

Another Point Of View : Pepi

It was few months ago..
Tiba-tiba nama PEPI popping di timeline-ku, entah siapa tapi semua ibu-ibu yang heits, berbalas kata dengan dia.
I don’t remember it when, tiba-tiba kami juga sudah berbalas kata, dia tanya maukah aku diinvite d group whatsapp. Dari situ aku kenal Erlia aku udah follow blognya dan suka baca, tapi nggak pernah komen. Dari situ juga aku kenal mbak Novi lalu ada Rifi, Rani juga Rika ada bebe kemudian menyusul ada meta dan Woro paling belakang ada Leony dan Fabz
Tiap hari ngobrol tentu sajal lama-lama jadi dekat! We share each others stories.. Including her.

Dia yang bungsu di grup kami. Menikah dengan teman masa kecilnya dan sekarang berjuang dari kerasnya hidup dengan berjualan artwork dan mug bergambar sketsa wajah. Dia juga bercerita tentang latar belakangnya dan suaminya, memang dia pencerita yang baik!

Bulan Oktober pepi minjam uangku. Dia bawa nama Rifi untuk minjam, kata dia dulu pernah pinjam ke Rifi tapi udah dibalikin, sekarang perlu 500rb untuk bayarin kuliah adik iparnya tapi Rifi cm bisa 150rb karena mand*ri-nya belom diisi. Aku iyakan, dan dia bilang aku transfer langsung aja ke adiknya, Sekar. Sebetulnya dia janji tanggal 26 okt akan dikembalikan setelah dapat bayaran dari sebuah majalah (dia kontributor), and i said ok.

Aku nggak merasa itu janggal, even sampai beberapa saat!
Lalu Erlia cerita bahwa dia kirim paket isi artwork dan cemilan-cemilan sampe sekian KG, tapi tunggu punya tunggu gak ada kabarnya, katanya sih ilang.

Perasaan kesal yang pertama timbul aku utarakan ke Rifi. Aku kesal kenapa pepi nggak kasih kata-kata apapun soal pinjamannya tapi malah sibuk bikin sketsa keluarga fave lah, apalah, itulah.. Ternyata Rifi merasakan hal yang sama..
It’s not the matter of money, tapi akad. Janji.

Lalu ada cerita dari Erlia kalau pepi bilang di kdrt ama suaminya, pepi juga cerita ke aku dia ada masalah sama suaminya… Aku sudah males sih dengarnya.. Aku cuma mau dia bilang “maaf”.

Kemudian seperti ditulis disini oleh Leony karena aku on behalf of mamabebeshop mengirimkan EMAB untuk memperlancar ASI, tiba-tiba aja Lele nanya aku soal apakah pepi sms, dang! It rings my bell!!
Aku bilang if i were you, i will not give it. Jangan pinjami. Karena yang aku tau ada aku dan Rifi yang mengalami ini, aku iseng nanya transfer kemana, dan Le bilang nama yang sama dengan yang aku transfer, tapi ke aku katanya adiknya, ke Le kok bilang ini suppliernya.

Aku ajak Le untuk bicara d group, dari situlah kami merasa ada kejanggalan-kejanggalan. One fact lead to another. Sampai aku panggil Memtyk dan dia bercerita ada orang yang mengalami juga tapi caranya berbeda. Aaah pasti ada yang salah!
Satu demi satu terkuak.. Panjang ceritanya.. Bisa dibaca diwebsite dani yang gigih perjuangannya dan website mbak Novi yang tak kalah sibuknya.

Sekarang sudah muncul orang yang diakui pepi sebagai suami. Walau katanya bukan, tapi itu gak penting. Dedo, atau mr.G mengambil alih untuk membereskan masalah untuk pepi. Sekali lagi menjadi ksatria berbaju zirah.
Kami, aku dan sahabat-sahabatku yang beberapa bahkan seperti saudaraku, nggak butuh itu. Bukan dia yang datang dan “menantang” untuk menyelesaikan kewajibannya. Dia membuat seolah-olah ini adalah masalah hutang piutang murni. Bukan. Twisted! Ini masalah hati, kepercayaan! Baca tulisan Indah ini.. Seperti itulah perasaan kami.

I’ve talked to her, alot.
Aku bertanya kenapa dia bisa mengkhianati kami, temannya, orang yang menganggap dia bagian dari kami. Aku tanya perasaannya. Aku tanya apakah dia takut atau nggak. Aku tanya kenyataannya. Aku nasihati dia.

Sampai saat ini aku nggak bisa mendefinisikan perasaan dan pikiranku. Kalau benar semua yang tertulis dan tersebar di seantero penjuru bahwa pepi sudah seperti ini sejak 2009 dan tidak terabadikan, berarti pepi kambuhan.
Nggak sedikit korbannya, orang yang merasa dirugikan olehnya.. Orang-orang yang bekerja keras untuk mengumpulkan uang yang diberikan ke pepi.
Buat yang merasa dirugikan oleh pepi, kalian bisa hubungi mrG di email : shenzajanugadingsulung@yahoo.com lalu bicarakan urusan kalian ya..

Urusanku dan dia? Tidak dibahas disini.

Yang jelas dia tau, dia menyakiti hatiku, dan anak-anak jempol. Satu luka dihati meninggalkan lubang yang pasti 🙂