Family

You don’t choose your family. They are God’s gift tou you as you are to them ~ Desmond Tutu

Setiap kali baca quotes itu aku suka berasa krenyes di hati. Bukannya apa-apa, kadang aku gak merasa seperti itu. Aku dulu selalu mikir keluargaku ini semacam “ujian” buat aku. Nggak semua, but some of them. Kadang aku terpaksa harus sangaaat sabar menghadapi A, atau menahan perasaan yang sangat menyakitkan pada si B. Tapi semakin kesini, semakin bertambah tua umur pemikiran itu berubah. People say jadi tua itu pasti, jadi bijaksana itu pilihan, so i choose to grow old wisely dengan lebih banyak membuka mata, membuka telingan dan membuka hati, serta menutup mulut.

Ternyata bener kok apa yang dibilang Desmond tutu diatas. Bahwa keluarga kita adalah hadiah dari Tuhan buat kita. Mereka hadiah buat kita untuk segala hal. Ketika masa bahagia mereka adalah hadiah indah, ketika masa sulit mereka hadiah kita untuk berpegang saling menguatkan, ketika mereka mengesalkan, mereka hadiah kita untuk belajar, bahasa kerennya : mereka jadi ladang pahala buat kita.

Ada keluarga yang terlahir bahagia, kekerabatannya erat, ada juga yang sebaliknya.. Ada keluarga yang berlebih segalanya dan ada juga yang sebaliknya. Aku rasa keluarga yang bahagia, erat dan berlebih segalanya baiknya membagikan apa yang dipunya.. supaya lebih banyak orang yang ikut merasakan. Dan hukum memberi kan beda ya.. bahwa apa yang dikeluarkan akan dikembalikan berlipat-lipat.

Gitu aja sih renungan sahur hari ini hahahaha

Jakarta Bertiga!

20130422-202056.jpg

Halooo!
Kami bertiga baru pulang dari Jakarta loh.. Kami pergi selama hampir seminggu, mulai Selasa siang sampai Minggu pagi.

Gimana rasanya pergi dengan 2 anak? Sibuk! Hahahaha
Alhamdulillah support group-nya andal jadi disana lancar juga dan nggak keluar tanduk.

Kopernya 23kg dan dibawa bunda sambil gendong imii dalam Ergo. Lalu bawa tas yang berisi termos makan dan baju ganti anak-anak. Ealah lah kok ya pesawatnya delay, jadi terpaksa nunggu di exec lounge, tapi kalau dipikir sekarang, ini berkah dari Allah jg, karena nunggu di lounge jadi Zua bisa makan siang dan aku bisa nyuapin Imii. Tantangan pertama, gimana Imii bisa disuapin sementara dia mau keliling! Hasilnya : suapin sambil keliling *lap keringet* jadi sambil keliling sambil mulut emboke ngunyah terus ini judulnya.. Harus gitu supaya semua bisa selesai tepat waktu, kalau nggak akan ada yang terbengkalai dansepanjang flight, alhamdulillah jadi dipesawat kita bisa tenang sambil merem-merem sedikit.
Sampai Jakarta sudah dijemput supirnya mama Garet my besties, iyaaa kami akan nginap dirumahnya!

Ternyata traffic malam itu SADIS! Dari bandara ke PS makan waktu 3 jam! Zua udah krengki abis dan Imii udah tidur. Alhamdulillah Imii udah makan bekalnya, sementara Zua begitu nyampe tesate langsung makan nasi sampe 3/4 porsi pakai tahu telur padahal kan nasinya tesate porsinya gede..

Selama di Jakarta kami ke : Kidzania, playparQ, nyobain naik busway, kunjungan mantan mayor Miniapolis, dan seminar Supermoms sama Ultah MKH di Tebet green mall, walau waktunya sempit tapi alhamdulillah so much fun! Sayangnya nggak bisa ketemuan sama ibuw keizee jadi agak kurang lengkap rasanya..

Di Jakarta juga Imii nyobain misoa untuk pertama kalinya, dimasakin kak Salti, bagi sama abang Jericho, ealaaah doyannya!
Alhamdulillah punya teman baik beneeer, nginep dirumahnya sampeee lama, Zua girang banget bisa lepas kangen sama Ayska. Selama di Jakarta aku mandi subuh-subuh, jadi anak-anak bangun udah tinggal mandiin aja, udah pula masakin makan siang dan sore-nya Imii dari malam pake slowcooker, kalo sarapannya minta ama abang Jericho hahaha.. Agak susah karena Imii ini kan kayak batre henpon, NEMPEL BANGET!! Dia cuma mau sama Garet ato budhe Astie, yang lain yaaah diteriakin 😭😭

Overall, I’m proud of myself, I survive bepergian dengan 2 anak tanpa bantuan, yippie!